Kisah Cinta dari Sejarah dan Perayaan Kasih Sayang Hari Valentine

Ilustrasi Hari Valentine (ist. popbela.com)
sudutkerlip -- Sudah jelas pada judul yang sudah saya bungkus di atas, bahwa tulisan ini pasti akan mengarah pada topik hari "Valentine". Hari Valentine sebenarnya hanya sekedar memperingati kisah romantis sekaligus tragis. dan selebihnya kita bisa memaknainya dengan cara yang bijak, sesuai dengan keyakinan kita masing-masing.

Sejarah terkadang sering kita tepiskan, meskipun itu fakta. Karena jika kita amati, ternyata banyak juga sejarah-sejarah yang kita tidak ketahui. Nampaknya sebagian orang pun (mungkin) ada yang memandang bahwa kisah cinta romantis dan tragis ada yang lebih indah dan lebih tragis lagi dari kisah St. Valentine. Tetapi jika itu fiksi, tentunya penilaiannya akan sangat objektif sekali. Mungkin cerita yang lebih dahsyat itu akan jatuh dan dimenangkan oleh cerita "Laila Majnun". Sebuah cerita cinta yang menggebu dan gila.

Namun perlu digarisbawahi bahwa sejarah dari kisah St. Valentine pun memang sangat kuat dan fenomenal, meskipun ada beberapa versi, yang sebenarnya kebenarannya pun masih perlu ditelaah lebih jauh lagi.

Tetapi kisah St. Valentine yang lebih dikenal dan akrab oleh publik adalah kisah St. Valentine yang menyatukan sepasang kekasih antara seorang laki-laki militer dengan perempuan biasa yang pada masanya tidak bisa menikah karena seorang laki-laki itu tengah menjalani wajib mimliter atau berperang. Mengacu pada perintah dan aturan kaisar Romawi Claudius II pada abad ketiga Masehi, mereka tidak diperbolehkan dipersatukan dan atau tidak boleh menikah. 

Akhirnya, atas keberanian St. Valentine, mereka bisa dipersatukan. Namun kebahagiaan pasangan yang sudah dinikahkan oleh St. Valentine itu, mendapat imbas yang begitu besar terhadap St. Valentine. Ia. mendapat hukuman yang teramat berat. Yaitu ditahan di penjara dan dihukum mati.

Sebelum hari kematiannya tiba di tanggal 14 Februari. Selama ditahan, St. Valentine telah membantu merawat putri seorang sipir yang mengalami kebutaan pada matanya, hingga akhirnya sembuh total.

Tidak hanya itu, menurut cerita, St. Valentine pun sering membantu merawat narapidana lainnya ketika ada yang sedang sakit selama di penjara. 

Selanjutnya, kenapa kisah tersebut menjadi lebih kuat lagi. Itu karena memang dipengaruhi juga oleh puisi-puisi  yang ditulis oleh Geoffrey Chaucer; seorang penyair fenomenal "The Canterbury Tales" di abad pertengahan (1387-1400).

Tentu sekali, karena Geoffrey Chaucer adalah penyair besar, sampai dijuluki 'Bapak Puisi' di Inggris, karena karya-karyanya sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di sana. Termasuk puisi yang ia sorot adalah puisi tentang kisah St. Valentine.

Ia menulis 699 baris puisi yang bertajuk "Parliament of Foules", dan sebanyak tiga kali ia menulis 'Saint Valentine's Day di puisinya, salah satunya sebagai berikut:

"For this was on Seynt Valentyne's day / Whan every foul cometh ther to chese his make / Of every kinde, that men thynke may." (For this was on Saint Valentine's day, When every fowl comes there his mate to take, Of every species that men know, I say)

Jika dialihkan ke dalam bahasa Indonesia, kira-kira artinya seperti ini;

"Karena ini terjadi pada hari Seynt Valentyne / Apa setiap pelanggaran datang ke sana untuk memeriksa buatannya / Dari segala jenis, yang menurut orang mungkin." (Karena ini terjadi pada hari Saint Valentine, Ketika setiap unggas datang ke sana untuk diambil pasangannya, Dari setiap spesies yang diketahui pria, kataku)
 
Dari puisinya itu, dia dianggap sebagai orang pertama yang merekam Hari St. Valentine sebagai hari perayaan romantis.

Namun dari literatur umum lainnya, acuan penetapan tanggal dan bulan hari kasih sayang tersebut mengacu pada sebuah festival . Perayaan tersebut diberi tajuk "Festival Romawi Lupercalia", yang diadakan pada pertengahan Februari.

Di festival ini juga, masyarakat merayakan kedatangan musim semi, dan sekaligus mengadakan sebuah ritual semacam mak-comblang yang diadakan dengan sistem lotere. Pada akhir abad ke-5, seorang Paus Gereja Katolik Roma (492 hingga 496) Paus Gelasius I, menggantikan Lupercalia dengan Hari St. Valentine. Tanggal tersebut kemudian dirayakan sebagai hari romansa dari sekitar abad ke-14.

Selama abad pertengahan, penduduk di Prancis dan Inggris percaya bahwa 14 Februari adalah awal musim kawin burung, hal itu pun akhirnya dapat memperkuat gagasan, bahwa Hari Valentine menjadi hari romansa, 

Sampai saat ini masih banyak orang-orang  merayakan hari kasih sayang di tanggal 14 Februari, dengan acuan dari berbagai kisah dan keyakinan cinta yang romantis menurut versi mereka masing-masing. Perayaannya cukup sederhana. Sepasang kekasih bisa saling bertukar hadiah sebagai bentuk cintanya, biasanya juga ada tradisi pihak laki-laki yang memberi coklat, dan tak kalah penting adalah ucapan kasih sayang yang tulus kepada pasangan, dengan kata-kata yang menggugah hati menjadi bermekaran, penuh dengan jutaan senyuman yang melayang-layang. (Ihsan Subhan)

*Diharapkan jika ingin copas artikel ini, silahkan sertakan sumber dan penulisnya. Terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Cinta dari Sejarah dan Perayaan Kasih Sayang Hari Valentine "

Post a Comment

tulis komentar anda yang paling keren di sini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel