Musikalitas Puisi Sapardi (1)

Musikalitas Puisi Sapardi (1)
Oleh : Ihsan Subhan

Sapardi Djoko Damono (SDD) telah berhasil menyihir masyarakat Indonesia dengan puisi-puisi romantisnya. Ini merupakan keberhasilan yang sangat tinggi bagi penyair Indonesia. Sebab puisi-puisinya yang hits seperti 'AkuIngin'. Khususnya pemuda zaman sekarang. Mereka selalu terbawa perasaan dalam mendengar atau membacakan puisi romantis tersebut. Puisi Sapardi sering ditulis dalam kartu-kartu undangan pernikahan, atau juga sering dibacakan oleh seseorang yang akan menyatakan perasaan cintanya kepada pasangannya. Hingga banyak pula yang memusikalisasikannya ke daam bentuk musik dan lagu.
di bawah ini adalah puisi lengkapnya,

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Kesederhanaan kata-kata, dari pemilihan diksi yang sederhana pula, juga setiap orang pasti memahaminya. Secara kandungan maknanya pun sudah jelas tertuang; bahwa kesederhanaan cinta mampu menguatkan hati. tidak dibuat-buat. segitu adanya.

Dalam struktur puisi, ada bunyi kata yang secara verbal bila dibaca akan terasa nyaman didengar pada saat diksinya ditulis kembali dengan nada yang sama. atau kita sebut  Aliterasi semacam pengulangan bunyi konsonan yang sama dalam baris-baris puisi; biasanya pada awal kata/perkataan yang berurutan. Pengulangan seperti itu menimbulkan kesan keindahan bunyi.
Sumber Foto : The Jakarta Post
Bunyi konsonan yang puitis itu bisa kita temukan di bait dan baris awal puisi Aku Ingin,  /Aku ingin mencintaimu dengan sederhana/. Di baris tersebut dapat kita baca, ada banyak pengulangan bunyi konsonan "n". Artinya ini sudah dapat kita sebut sebagai Aliterasi dalam puisi. Puisi yang  baik secara bunyi tentunya akan indah jika dibuat musikalisasi kan?

Berikutnya, ada istilah Asonansi. Asonansi Merupakan pengulangan bunyi vokal yang sama pada kata/perkataan yang berurutan dalam baris-baris puisi. Pengulangan begini menimbulkan kesan kehalusan, kelembutan, kemerduan atau keindahan bunyi juga. Sebab kali ini saya sedang mengulas puisi yang sudah populer di kalangan masyarakat, maka puisi Aku Ingin masih tetap akan saya jadikan acuannya. 

/dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu/ penggalan baris puisi tersebut jelas sekali memiliki asonansi yang kuat yaitu banyaknya huruf vocal "a" pada barisnya. Huruf vocal tersebut jika didengar atau dibaca tentunya akan memiliki estetika tinggi terhadap musikalitas puisi tersebut.

Selain itu musikalitas dalam puisi pun dapat kita lihat dalam rimanya. Rima merupakan bunyi kata yang ditempatkan di akhir baris dalam puisi. Sehingga baris berikutnya pun harus menggunakan rima yang sama, agar sesuai dengan bunyi huruf yang akan ditonjolkannya. Misal, /dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu / kepada api yang menjadikannya abu/. diksi "kayu" dan "abu" merupakan rima. Sebab memiliki pengucapan vocal di ujung baris yang sama yaitu "u". Ini akan menjadikan puisi lebih berbunyi dan nikmat untuk dibaca. Apalagi jika diberi nada dalam sebuah musikalisasi puisi.

Puisi memang misteri. Jika kita menggalinya, maka kita akan menemukan keindahan-keindahannya tidak hanya dengan bunyi saja. Bahkan akan lebih dari itu. Tentu saja kandungan makna atau pesan yang terkandung dalam puisi selalu ada yang harus kita renungkan. Entah itu, kehidupan seseorang, pribadi, pengalaman, kebaikan, deskripsi suatu benda, kebaikan, personifikasi, dan yang lainnya.

-------
*Ihsan Subhan, lahir di Cianjur tahun 1987. Menulis puisi, prosa, opini, dan Esai di berbagai media lokal dan nasional. Buku Antologi tunggalnya "Festival Cahaya" tahun 2017. Kini masih Menggiati Ruang Sastra Cianjur (RSC), dan Dewan Kebudayaan Kabupaten Cianjur (DKKC). Mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP Negeri di  Cianjur. 







Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Musikalitas Puisi Sapardi (1)"

Post a Comment

tulis komentar anda yang paling keren di sini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel