Kritik Terhadap Sistem Pendidikan di Indonesia dalam Puisi



Negeri Sekoltut 
Oleh Ihsan Subhan
 
yang ingin kuceritakan adalah
negeri semerawut
namanya negeri skoltut
negeri yang menyimpan nilai
bentukan angka
ya ini angka
mungkin hanya di Indonesia

negeri ini adalah
negeri hantu-hantu
yang bercumbu dengan angka
siapa sangka
sepuluh kali, seratus kah?
bahkan sejuta lebihkah?
atau barangkali tak terhingga
sampai otak-otaknya
menampung angka-angka
dan sampai angka satu ia ciptakan
seperti tombak!
siap memakan darah dari mata arah

negeri ini katanya negeri sederhana
mengapa selalu diada-ada
bahkan ritus perayaan apapun
musti segalanya ada

o kasihan hati !
Neri
Perih
Memikul angka,harga
Sebab manusia tidak selalu berada

Dijalan trotoar-trotoar penuh angka 5
Ya si kakai lima
Pedagang yang berharap
diberi angka yang lebih dari lima

Di telivisi,radio
apa lagi di internet
mereka menyimpan angka-angka
mengumpulkan harga mati
lewat,satu,dua tiga dan seterusna
lewat server yang memiliki lubang angka
Di pabrik-pabrik prusahaan entah
mereka menghitung laba
mengukur kata dan bualan
hingga jadi iklan berselera santan

Di kejaksaan,pengadilan
Instansi-instansi entah lainnya
Sampai ke negeri sekoltut namanya
mereka menghitung jasa
Ah,tiada lagi pahlawan
Tanpa tanda jasa
tiada kembali pertiwi seharum kartini
tiada lagi umur yang nama panjangnya
Bakri
mengayuh bakti menyampaikan ilmu
dengan niat karena illahi
Negeri ini namannya sekoltut
menyiksa hati
Bagi siapa yang belum mendapat rizki

Negeri in,
memakan usia dengan roti dan royalti
tanpa peduli
di tekannya hati
tanpa berfikir
telah dikerutkannya bibir

Negeri ini,
Indonesia namanya dan
bukan sekoltut
seperti yang di ceritakan

Cianjur, Desember 2009


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kritik Terhadap Sistem Pendidikan di Indonesia dalam Puisi "

Post a Comment

tulis komentar anda yang paling keren di sini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel