Puisi Tema Perjuangan Karya Chairil Anwar, Spesial HUT Kemerdekaan RI

Puisi Tema Perjuangan Chairil Anwar
Beberapa minggu lagi kita akan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT Kemerdekaan RI) yang ke-67. Bagi saya memperingati HUT Kemerdekaan RI setiap tahunnya merupakan sebuah ritual rasa syukur yang musti dilakukan.

Sebagai warga negara yang menghargai sejarah bangsa, tentunya sangat dianjurkan bagi kita semua untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI dengan segala apa yang sudah kita pahami, dengan cara-cara yang berbeda, dengan kebaikan-kebaikan dan kreatifitas yang kita bisa dan miliki.

Salah satu yang biasa dilakukan di hari ulang tahun Kemerdekaan RI adalah membaca puisi. Membaca puisi tidak melulu harus dibaca lantang atau verbal, bisa juga dibaca dalam hati. Namun puisi siapa yang harus kita baca? Di sini saya mereferensikan untuk membaca puisi karya Chairil Anwar.

Sudah kita ketahui bersama, penyair Chairil Anwar adalah seorang penyair Indonesia, sastrawan pelopor angkatan `45 sebagaimana disematkan oleh sastrawan Indonesia yang juga kritikus sastra H.B. Jassin. 

Berikut ada 3 (tiga) puisi tema perjuangan yang sudah populer dibaca oleh bangsa Indonesia dari penyair Chairil Anwar dengan tajuk; Karawang Bekasi, Prajurit Jaga Malam, Diponegoro, Persetujuan dengan Bung Karno.

Krawang Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak..Merdeka..!!! dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami..
Teruskan, teruskan jiwa kami…
Menjaga Bung Karno..
menjaga Bung Hatta..
menjaga Bung Sjahrir…

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi….

Brawidjaja,
Jilid 7, No 16,
1957

Prajurit Jaga Malam

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam…
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian
Ada di sisiku, selama menjaga daerah mati ini…

Aku suka pada mereka yang berani hidup…
Aku suka pada mereka yang masuk menemui malam…
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu….
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

1949

Diponegoro

Di masa pembangunan ini…
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api..

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali….
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati…

MAJU…

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu….

Sekali berarti
Sudah itu mati….

MAJU…

Bagimu Negeri
Menyediakan api….

Punah di atas menghamba…
Binasa di atas ditindas…
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai…
Jika hidup harus merasai…

Maju…
Serbu…
Serang…
Terjang…

(Februari 1943)
Budaya,
Th III, No. 8
Agustus 1954

Persetujuan dengan Bung Karno

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

1948

Itulah tadi Puisi dengan tema perjuangan, puisi yang diambil dari hasil buah karya penyair nasional Chairil Anwar.

Semoga puisi-puisi dengan tema perjuangan yang saya sajikan di blog ini bisa dimanfaatkan untuk bahan pembelajaran dan pembacaan puisi di hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Puisi-puisi bertemakan perjuangan di atas adalah karya penyair Chairil Anwar dengan judul yang berbeda-berda (Karawang Bekasi, Prajurit Jaga Malam, Diponegoro, dan Persetujuan dengan Bung Karno) 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Puisi Tema Perjuangan Karya Chairil Anwar, Spesial HUT Kemerdekaan RI "

Post a Comment

tulis komentar anda yang paling keren di sini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel