Sisa Rindu dari Pertemuan
12 Jan 2026
Add Comment
Part 1
Netra kami saling beradu beberapa detik, saat kupalingkan wajahku dari meja reservasi, tak sengaja kau muncul seketika mengagetkanku dan hendak menghampiri waiter untuk memesan makanan. Ada geletar aneh yang tak biasa, aku tersipu malu dan kutundukan wajahku, tak sanggup melanjutkan kecanggungan yang mungkin hanya aku saja yang merasakannya, dia tidak.
Argh, tak mungkin!
jatuh cinta pandangan pertama apakah ada? Aku tak percaya, aku tak mengenalnya bahkan sekedar tau nama.
Kalian heran? Sama aku juga tak percaya. Tapi ini memang benar.
Alih-alih malu, kubuang saja pandangan agar tak berlanjut kecanggungan.
Lalu, kami duduk berdekatan, dia berjarak 2 meter jauh di depan aku. Kutatap cermin terpasang manis di depan kami, sekilas ku lihat dia mencuri-curi pandang dan memperhatikanku, gelagat gugup dan salting mulai kurasakan.
OMG, mendadak hati yang canggung, ibarat ombak di pantai bergolak panas, lalu membeku dingin, muka merah membara, seperti api yang tak terkendali berdebat dengan kata,
"Ya Tuhan, apa yang terjadi padaku?"
"Cekriiik!"
Lelaki berpostur tubuh tinggi, kurus, dengan gaya yang gagah mengenakan jaket army itu diam-diam suara mata kamera ponselnya berbunyi saat membidik dan mengambil gambar, aku saat bermain ponsel siang itu.
Suara itu pun, mengejutkanku dan seketika mataku melirik ke arahnya sembari hati-- berbisik ingin mengatakan,
"Wah kamu foto aku ya?"
Tapi aku hanya bisa bergumam dengan hati dan pikiranku, nyatanya aku membisu tak mampu mengulik kebenarannya, aku takut hanya aku yang ke GR-an akhirnya aku sendiri yang berujung malu nantinya, ya sudah aku memilih diam dan melupakan sejenak.
10 menit kemudian, waiter datang menghampiri mejaku sembari menyajikan makanan dan minuman yang aku pesan, saat itu pula lelaki tersebut membuka jaket armynya dan menunjukan kekar dan gagah tubuhnya dengan baju loreng bertuliskan 'Coppasus' salfok seketika aku melihatnya, lagi lagi hatiku kembali bergumam
"Oh, pantes dari gelagatnya tadi aku sudah merasa kalau dia lelaki tak sembarang lelaki, ternyata dia ini anggota TNI juga toh. "
Flasback sekilas pikiranku teringat dengan sepupuku yang saat ini telah menjadi Letnan di Komando Distrik Militer di Jakarta Timur.
Sambil makan, pikiranku melayang membayangkan kita bisa saling menyapa dan tanya nama, sungguh makan siang ini jadi tawar, rasanya pun hilang, pikiran ke kamu lelaki TNI yang profesimu kukagumi sedari dulu, satu tatapan seribu harapan, berharap kita berdua bisa satu jalan. Tapi enyahlah, aku hanya seorang guru honorer, lagi pula ini hanya sekedar kehaluanku saja, kembali pasrah kepada yang maha Wadud, biarlah tanganNya yang mengatur prihal jodohku ini.
Suasana hening menyelimuti ruangan itu, sembari sambil menunggu ada obrolan datang menyapaku, aku hanya diam dan mendengar bisikan kode, tentang sebuah desa yang iya tanyakan ke temannya.
" Desa Sumberwudi itu mana? Sepertinya pusat macet ini ada di sana bro."
"Nggak tau di mana? Aku juga nggak ngerti daerah sini" Ungkap temannya.
Jiwa kepoku menggelora, Aku ingin menjawab, tapi lidahku terkatakan pertanyaannya, seperti kode yang tak terjawab.
Sebutir nasi habis tak tersisa, artinya makan siang telah usai sejenak aku berdiam, menunggu agar moment ini tak berlalu, harapan bisa segera menyala tapi gengsi saling membungkam dan kata kata tak terucap kini waktuku telah habis, aku beranjak pergi tanpa permisi, tanpa sapa, tanpa kenalan hanya sekedar kenangan, kalau pun ada jodohnya, InsyaAllah kita bisa saling bersua...
***
Next, kita tunggu part 2 ya... Semoga aku dan mas TNI bisa bertemu lagi 😉
0 Response to "Sisa Rindu dari Pertemuan "
Posting Komentar
tulis komentar anda yang paling keren di sini