tag:blogger.com,1999:blog-50816940865593469832021-06-13T23:34:06.990+07:00Sudut KerlipBlog tentang pengalaman kehidupan, sastra, puisi, prosa, dan artikel pendidikan, serta informasi teknologi, aplikasi, software, dan berita-berita populer dan viralSubhan Ihsanhttp://www.blogger.com/profile/10555773410110527640noreply@blogger.comBlogger135125tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-62267702803152402292021-06-13T14:46:00.004+07:002021-06-13T23:22:22.302+07:00Surga Alam Tersembunyi: Air Terjun Ciheulang Cianjur Jawa Barat<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-uU0qYVrQX4s/YMWwPiaKkiI/AAAAAAAACGU/FQjSSEpdApAqEcU1g5ktpqSdBs5XBphYgCLcBGAsYHQ/s1756/Ican%2Bciheulang.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Ihsan Subhan" border="0" data-original-height="1060" data-original-width="1756" src="https://1.bp.blogspot.com/-uU0qYVrQX4s/YMWwPiaKkiI/AAAAAAAACGU/FQjSSEpdApAqEcU1g5ktpqSdBs5XBphYgCLcBGAsYHQ/s16000/Ican%2Bciheulang.jpg" title="Ihsan Subhan Penyair Cianjur" /></a></div><br /><div><br /></div>Bagi saya, berlibur tidak harus di akhir pekan, atau pada tanggal-tanggal merah lainnya. Jelas saja, seorang penulis lepas dan <i>designer</i> seperti saya bisa meluangkan hari-hari liburnya kapan saja, ke mana saja. Persoalan pekerjaan yang deadlinenya kena di tanggal merah atau di akhir pekan, ya, itu sudah biasa.<div><br /></div><div>Kali ini saya akan membuat takjub orang-orang di seluruh dunia. Bahwa di Cianjur ada tempat piknik asyik untuk berlibur dengan keluarga, saudara, dan teman. Jika dilihat pada peta Cianjur, air terjun tersebut masih berada pada kawasan konservasi gunung Gede-Pangrango.</div><div><br /></div><div>Warga setempat menamai tempat itu "Curug Ciheulang". Ya. penamaan itu memang berasal dari bahasa Sunda yang berarti "Air Terjun Ciheulang". Ciheulang artinya 'air burung elang'. Namun untuk penamaan secara global disebut "Air Terjun Ciheulang", penamaan tersebut pun sudah diresmikan pemerintah melalui Dinas terkait.</div><div><br /></div><div><span style="font-size: large;"><b>Perjalanan Melelahkan Sekaligus Menyenangkan</b></span></div><div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-LEKcCCAp2fY/YMWzIOWoH5I/AAAAAAAACGc/GQvWnVtuCOASP3Zd5bdPIRntHbg-lsSvgCLcBGAsYHQ/s1199/Ican%2Bciheulang%2B2.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Ihsan Subhan" border="0" data-original-height="705" data-original-width="1199" src="https://1.bp.blogspot.com/-LEKcCCAp2fY/YMWzIOWoH5I/AAAAAAAACGc/GQvWnVtuCOASP3Zd5bdPIRntHbg-lsSvgCLcBGAsYHQ/s16000/Ican%2Bciheulang%2B2.jpg" title="Ihsan Subhan pergi ke Air Terjun Ciheulang" /></a></div><br /><span style="font-size: large;"><br /></span></div><div><br /></div><div>Untuk mencapai tempat tujuan, kita membutuhkan persiapan yang sebenarnya bisa dibilang sepele, tapi bagi saya sungguh berarti. Yaitu tongkat, sebagai penopang untuk berjalan dan mendaki, air minum secukupnya, dan perlengkapan lainnya sesuai kebutuhan.</div><div><br /></div><div>Saya sendiri dan teman-teman pergi ke Air Terjun Ciheulang memang sudah direncakan sebelumnya. Salah satu tujuan pergi ke sana adalah untuk memasak nasi liwet. Kebetulan sekali, di air terjun Ciheulang, hanya rombongan saya saja yang pergi ke sana. Sehingga kawasan air terjun kami kuasai semua. Hahaha.</div><div><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-Mn1Yc1XUXcU/YMWzb-6YeZI/AAAAAAAACGk/eeAM1zIZsroEPbKvF1GCaGuPP87A-3dxwCLcBGAsYHQ/s1920/Snapshot_19.png" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Ihsan Subhan" border="0" data-original-height="1080" data-original-width="1920" src="https://1.bp.blogspot.com/-Mn1Yc1XUXcU/YMWzb-6YeZI/AAAAAAAACGk/eeAM1zIZsroEPbKvF1GCaGuPP87A-3dxwCLcBGAsYHQ/s16000/Snapshot_19.png" title="Ihsan Subhan tiduran di Hammock" /></a></div><br /><div><br /></div><div>Kami memasang ayunan Hammock di antara dua pohon yang kokoh. Jika dari depan, posisinya akan mengarah ke sungai dan pohonan besar. Di belakangnya ada tanaman pakis hijau yang setia memancarkan kesegaran dan keindah. Terlebih tapat menyerong ke kanan, air terjun tampak terlihat megah, meski air yang berjatuhannya kala itu masih sedikit.</div><div><u><br /></u></div><div>Selain itu untuk hiburannya, kami memainkan gitar dan bernyanyi bersama. Meski dalam bernyanyi teman-teman yang lain sambil membuat masakan liwet dan menu pendampingnya menggunakan alat masak berkemah.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-LIM6SgHL1rQ/YMW2Zv3mtHI/AAAAAAAACGs/btFAcP2k7W04M-k7nsMDTLomBkxrl6EIgCLcBGAsYHQ/s1208/Ican%2Bciheulang%2B3.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Ihsan Subhan" border="0" data-original-height="702" data-original-width="1208" src="https://1.bp.blogspot.com/-LIM6SgHL1rQ/YMW2Zv3mtHI/AAAAAAAACGs/btFAcP2k7W04M-k7nsMDTLomBkxrl6EIgCLcBGAsYHQ/s16000/Ican%2Bciheulang%2B3.jpg" title="Ihsan Subhan dan Air Tejun Ciheulang" /></a></div><br /><div><br /></div><div><b><span style="font-size: large;">Lokasi Air Terjun Ciheulang:</span></b></div><div><b><br /></b></div><div>Untuk lokasi tempat wisata alam air terjun Ciheulang ini berada di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet. Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dari jalan raya Pacet-Cipanas atau jalan nasional, patokannya adalah Gapura menuju vila Maleber atau perkebunan teh Maleber. Setelah menemukan Pabrik tehnya, kita tinggal lurus naik ke atas atau bisa juga memakai kendaraan terlebih dahulu.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Setelah mentok di pesimpangan perkebbunan teh. Nanti akan ada jalan setapak atau jalan yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja. Namun setelah kita sampai ke bukit perkebunan sayuran, ada jalan ke bawah dan kita turun dari tebing tersebut hanya bisa berjalan kaki saja, kendaraan roda tidak bisa masuk, karena jalan masih alami hanya beralaskan tanah dan bebatuan.&nbsp;</div><div><br /></div><table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-DqVvhunp9s8/YMW2kwWEwXI/AAAAAAAACGw/LIP8sFKct8EhZxUMehL9iGYrr9FkBY2_ACLcBGAsYHQ/s1279/Ican%2Bciheulang%2B5.jpg" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"><img alt="Ihsan Subhan" border="0" data-original-height="720" data-original-width="1279" src="https://1.bp.blogspot.com/-DqVvhunp9s8/YMW2kwWEwXI/AAAAAAAACGw/LIP8sFKct8EhZxUMehL9iGYrr9FkBY2_ACLcBGAsYHQ/s16000/Ican%2Bciheulang%2B5.jpg" title="Ihsan Subhan Air tujuh Rasa" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;">Air pancuran tujuh rasa (lok: Air Terjun Ciheulang)</td></tr></tbody></table><br /><div><br /></div><div><br /></div><div>Dokumentasi tulisan perjalanan berlibur saya ke Air Terjun Ciheulang ini dengan sengaja disimpan di blog pribadi saya. Ceritanya akan berlanjut di part ke dua, dengan tema yang sama, namun saya akan menceritakan pada saat pulang dari Air Terjun Ciheulang. Terima kasih. (Ihsan Subhan)</div><div><br /></div><div><br /></div><div><br /></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-46256058777057258542021-06-12T18:18:00.001+07:002021-06-12T18:18:36.776+07:00Menyoal Kemiskinan dan Wacana Kenaikan Pajak Sembako dan Pendidikan<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-M-FhhrfOBv0/YMSVP2EIhBI/AAAAAAAACGM/px04zsvnrCMXcinBUrP3h5xZLgW9D6s7QCLcBGAsYHQ/s678/Potret%2BKemiskinan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Ilustrasi Kemiskinan" border="0" data-original-height="452" data-original-width="678" src="https://1.bp.blogspot.com/-M-FhhrfOBv0/YMSVP2EIhBI/AAAAAAAACGM/px04zsvnrCMXcinBUrP3h5xZLgW9D6s7QCLcBGAsYHQ/s16000/Potret%2BKemiskinan.jpg" title="Ilustrasi Kemiskinan" /></a></div><div><br /></div>Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI); miskin adalah tidak berharta; serba kekurangan (berpenghasilan sangat rendah), miskin berarti tidak memiliki kekayaan. Pemaknaan 'miskin' merujuk kepada ciri dari kondisi manusia yang kehidupannya tidak tercukupi. Lawan kata miskin adalah kaya. Pengertiannya kebalikan dari miskin. Jika ditambah dengan imbuhan <i>ke-an </i>jadi 'kemiskinan'. Kemiskinan sendiri ialah suatu kondisi yang miskin.&nbsp;<div><br /></div><div>Menyoal kemiskinan, fokus utama saya adalah membahas dampak "jika pemerintah menaikan pajak sembako dan pendidikan". Maka tulisan ini sebenarnya hanya sebatas opini dan pengandaian atau semacam prediksi saja darii pandangan saya; seorang rakyat biasa yang sudah berkeluarga.</div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: large;">Masih banyak orang-orang miskin yang menyelimuti bumi pertiwi Indonesia, lalu bagaimana dengan wacana kenaikan pajak sembako dan pendidikan?</span></b><div><br /></div><div>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penduduk miskin Indonesia pada September 2020 mencapai 27,55 juta orang. Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, jumlah tersebut meningkat 2,76 juta dibandingkan posisi September 2019 yang mencapai 24,97 juta orang.</div><div><br /></div><div>Inilah Indonesia, selamat datang di Indonesia yang masih labil dalam pertumbuhan ekonominya. Yang sejahtera banyak, yang korupsi meningkat, yang miskin makin miskin. Ditambah kini adanya wacana penaikan pajak untuk sembako dan sekolah atau pendidikan. Yang tidak taat pajak pun, saya kira masih banyak, kini mau nambah beban rakyat lagi.</div><div><br /></div><div>Ada apa dengan pemerintah saat ini? Katanya sih dengan kenaikan pajak tersebut itu untuk meningkatkan nilai pendapatan nasional, sehingga dengan pendapatan pemerintah yang besar itu, nanti bisa digunakan untuk membangun Indonesia.</div><div><br /></div><div>Namun yang menjadi miris kondisi saat ini ialah; KETIDAKTEPATAN kebijakan tersebut di saat kondisi pandemi yang semakin meroket juga angka kasusnya. Ditambah kondisi ekonomi kerakyatan kita masih lemah.</div><div><br /></div><div>Jika kebijakan kenaikan PPN di sektor pangan atau sembako dan pendidikan dilakukan tahun ini oleh pemerintah, maka tercekiklah rakyat. Kantong celana rakyat akan semakin jebol dan menganga. Rakyat miskin akan gelisah, hidup akan semakin susah. Dapur tak bisa <i>ngebul</i>. Angka kemiskinan di Indonesia, saya prediksikan akan tambah menanjak.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Tidak terbayangkan, bagaimana jadinya jika pemerintah salah langkah dalam mengambil suatu kebijakan yang sensitif seperti ini. Mungkin saja, aksi demontrasi mahasiswa dan buruh akan bermunculan kembali dan bergemuruh. Banyak pedagang sembako yang mogok, antara penjual dan pembeli saling curig. Harga-harga sembako akan naik. Pasar-pasar tradisional bisa saja banyak yang tutup.</div><div><br /></div><div>Terlebih kondisi politik pun akan ramai jadinya. Para pejabat dan politikus akan sibuk berdebat persoalan beda pendapata, elit-elit partai (mungkin) bisa mengambil kesempatan isu yang besar ini untuk pencitraan dengan bersuara lantang membela rakyat kecil. Poster-poster dan baner-baner bergambar dan bertuliskan "bela rakyat" dengan jelas nama pembela terpampang besar diposting di media sosial, sampai gagah beriklan di beberapa media <i>mainstream </i>nasional.</div><div><br /></div><div>Lagi-lagi saya ngeri melihat negeri ini dengan segala bencananya. Apakah itu bencana alam, wabah penyakit fisik, atau juga penyakit kejiwaan. Sungguh kita tidak mau negeri ini menjadi negeri yang <i>sableng.</i></div><div><i><br /></i></div><div>Kemiskinan akan selalu ada, ia selalu hadir di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Begitupun di negara lainnya di dunia ini. Kemiskinan bisa juga berkurang, dan ini membutuhkan kerja keras hati dan kepala untuk mewujudkannya. Rakyat dan pemerintah harus akur dalam menjalankan nilai-nilai pancasila yang luhur.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Namun pemerintah adalah pemangku kebijakan yang legal. Maka dari itu. Pemerintah harus berhati-hati dalam mengambil keputusan rakyat banyak. Apalagi kebijakan dalam mengatasi kemiskinan negeri ini. Jangan sampai mengeluarkan perencaan dan aturan yang menyengsarakan rakyat. Harusnya cari kebijakan dan regulasi untuk mensejahterakan rakyat. Sehingga Pancasila akan terus seirama dengan prilaku bangsa. (Ihsan Subhan)</div><div><br /></div><div><span style="font-size: x-small;"><i>Sumber data: Kompas.com</i></span></div><div><span style="font-size: x-small;"><i>Sumber foto: Facebook/Celoteh Rakyat Miskin</i></span></div><div><br /></div><div><b style="background-color: white; border: 0px; font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; max-height: 1e+07em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><i style="border: 0px; font-family: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; max-height: 1e+07em; padding: 0px; vertical-align: baseline;">*Jangan lupa! jika ingin copas tulisan di atas, mohon untuk menyertakan nama penulis dan sumbernya. Terima kasih.</i></b></div></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-42171370027888142292021-06-02T18:07:00.001+07:002021-06-02T18:09:38.135+07:00Puisi Fadli Zon: Setengah Abad untuk Mama Ellyda<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-m9fW8zaBnt0/YLdmPjC3KNI/AAAAAAAAAEE/OYGgaH48JbowdrvxG6wfiUwNh81Pd3KdACLcBGAsYHQ/s699/Fadli%2BZon.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Fadli Zon Baca Puisi" border="0" data-original-height="476" data-original-width="699" src="https://1.bp.blogspot.com/-m9fW8zaBnt0/YLdmPjC3KNI/AAAAAAAAAEE/OYGgaH48JbowdrvxG6wfiUwNh81Pd3KdACLcBGAsYHQ/s16000/Fadli%2BZon.jpg" title="Fadli Zon Baca Puisi" /></a></div><br /><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;"><br /></p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;">Terenyuh sebenarnya bagi saya ketika membaca <a href="https://www.sudutkerlip.com/search/label/puisi" target="_blank"><b>puis</b>i</a> seorang politisi yang juga gemar menulis <b>puisi; Fadli Zon</b>. Dalam <b><a href="https://www.sudutkerlip.com/search/label/puisi">puisi</a></b> terbarunya yang ia tulis tepat di Hari Ulang Tahunnya yang ke 50. Nampaknya usia beliau sudah setengah abad. Mungkin ini penanda juga bagi beliau, kenapa ia menulis puisi pada 1 Juni 2021.</p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;">Puisi yang ia tulis sudah jelas juga rupanya ada nama seorang Ibu disematkan pada bagian bawah Judul "Setengah Abad". Benar sekali, nama tersebut adalah Ibu kandungnya Fadli Zon. Puisi itu sudah tentu ditulis untuk Mama Ellyda.</p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;">Jika saya amati, dari setiap bait ke bait, susunan kalimatnya sangat rapi, lengkap dengan rima di akhir. Ini dapat&nbsp; membuat pembaca nyaman untuk membacakannya. Selain itu metafornya pun hadir menjadi penguat bentuk puisi yang utuh.</p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;">Ada juga yang membuat saya tertarik dari puisi Fadli Zon ini selain gaya bahasa dan rimanya adalah banyaknya pilihan diksi yang secara sederhana ditulis dan ia sangat teliti memilah diksi yang biasa dipakai secara verbal, namun membuat kesan jujur dan bermakna. Seperti diksi <i>(metropolitan, Kilogram, sentimeter, kandungan)</i> dan lainnya.</p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;">Permainan kata yang menurut saya sungguh penuh perhitungan, saya sendiri pun merasakan pesan moral yang ia sampaikan betapa baik bagi sesiapa yang menyayangi ibu dan mengingat tentang perjuangan seorang Ibu melahirkan anak.&nbsp;</p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;">Berikut <b><a href="https://www.sudutkerlip.com/search/label/puisi" target="_blank">puisi Fadli Zon</a> </b>yang bertajuk "Setengah Abad" yang ditulis di hari ulang tahunnya yang ke-50 atau setengah abad.&nbsp; &nbsp; &nbsp;</p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: 700;"><span style="font-size: large;">SETENGAH ABAD</span></span><br style="box-sizing: border-box;" />-untuk Mama Ellyda</p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;"><span style="box-sizing: border-box;">Setengah abad lalu</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">kau pertaruhkan semua</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">untukku.</span></p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;"><span style="box-sizing: border-box;">Jiwamu menembus bayang</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">ragamu luluh berjuang</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">nyawamu di ruang singgasana</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">doa-doa terus dilantunkan</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">tak lelah mengetuk semesta</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">dan Allah begitu sayang</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">menjagamu dengan tenang.</span></p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;"><span style="box-sizing: border-box;">Setengah abad lalu aku dilahirkan</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">di tengah hiruk pikuk metropolitan</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">sepuluh bulan lebih dalam kandungan</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">lima kilogram</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">lima puluh tujuh sentimeter</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">hanya bisa menangis</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">sementara air matamu telah habis.</span></p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;"><span style="box-sizing: border-box;">Hari ini engkau tak ada lagi</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">tak bisa mencium tangan</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">meminta maafmu kembali</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">yang tersisa</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">hanya doa dan kenangan</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">kau selalu hidup dalam ingatan.</span></p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;"><span style="box-sizing: border-box;">Setengah abad lalu</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">kau pertaruhkan semua</span><br style="box-sizing: border-box;" /><span style="box-sizing: border-box;">untukku.</span></p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;"><em style="box-sizing: border-box;"></em></p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;"><b>Fadli Zon</b>, Jakarta, 1 Juni 2021.</p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;">(Ihsan Subhan)</p><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;">Sumber foto: Fadli Zon baca puisi (puisisutra)&nbsp;</p>Subhan Ihsanhttp://www.blogger.com/profile/10555773410110527640noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-7931951102157230222021-06-02T15:07:00.002+07:002021-06-02T15:07:31.918+07:00Undangan Menulis Puisi Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2021<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-fwahzOmqVgI/YLc6-Sc6VzI/AAAAAAAAAD8/FUubxIBCthEpXjsm8jeGDCS8THZsFefTgCLcBGAsYHQ/s700/Logo%2BFSIGB%2Btahun%2B2021.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Logo Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2021" border="0" data-original-height="541" data-original-width="700" src="https://1.bp.blogspot.com/-fwahzOmqVgI/YLc6-Sc6VzI/AAAAAAAAAD8/FUubxIBCthEpXjsm8jeGDCS8THZsFefTgCLcBGAsYHQ/s16000/Logo%2BFSIGB%2Btahun%2B2021.jpg" title="Logo Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2021" /></a></div><br /><div><br /></div>Mungkin sudah lama ditunggu-tunggu oleh khalayak penyair atau sastrawan, yang terbiasa menulis puisi untuk dibukukan ke dalam buku antologi puisi bersama. Nah ini saatnya di tahun 2021, untuk mengikutinya lagi "Festival Sastra Internasional Gunung Bintang" atau sering disebut FSIGB 2021.&nbsp;<div><br /><div>FSIGB sudah teruji dengan baik dan lancar dalam penyelenggaraannya sejak tahun 2018. Ini terbukti dari banyaknya rekan-rekan penyair yang saya kenal, banyak memperbincangkan kenangan indah mereka dalam acara tersebut. Saya pun merasakan hal yang sama, dari pertama pada tahun 2018 mengikuti gelaran bergengsi tersebut, saya merasa menjadi manusia seuutuhnya. Bisa berkumpul, berdiskusi, berbagi, dan berinteraksi dengan orang-orang yang seideologi dengan saya.</div><div><br /></div><div>Festival yang rutin diselenggarakan setiap satu tahun sekali ini, nampaknya tidak akan semeriah seperti di tahun 2018 dan 2019, karena corona kini acara dibenahi penyelenggaraannya menjadi virtual dan <i>hybrid. </i>Sejak awal pandemi di awal tahun 2020, FSIGB tidak diselenggarakan secara tatap muka lagi, dan di tahun 2021 ini pun penyelenggaraannya hampir sama dengan tahun sebelumnya.</div><div><br /></div><div>Meski demikian, ruh dari sastra dari festival yang digagas oleh Sastrawan Dato Rida K Liamsi ini tidak akan hilang dari tubuhnya. Ia masih akan merebak menjadi semacam marcusuar bagi perkembangan sastra nusantara dan dunia.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Bagi saya, menjadi bagian dari penulis puisi di Buku Antologi Puisi Bersama penyair se-Asia Tenggara memang menjadi kebanggaan tersendiri, terlebih, karya saya dan teman-teman yang lainnya dibaca oleh banyak khalayak. Selain itu, demi membina hubungan sesama penyair kami disatukan juga dalam Whatsapp Group (WAG) "Jazirah Sastra". Ini semacam WAG yang dibuat untuk bersilaturahmi secara virtual. Meski demikian kami sering berbagi informasi dan hal lainnya yang bisa dilakukan dalam WAG.</div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: large;">Undangan Menulis Puisi di Buku Antologi Bersama</span></b></div><div><br /></div><div>Kabar yang membahagiakan dari seorang rekan bernama Yuanda dari Tanjungpinang Kepri, pada hari Selasa kemarin (1/6/2021) membagikan poster acara Festival Sastra Internasional Gunung Bintang tahun 2021, lengkap dengan logo acara yang saya pandang begitu indah, sesuai dengan warna dan corak kedaerahan khas Melayu.</div><div><br /></div><div>Bagi penyair dan sesiapapun yang ingin mengikuti FSIGB ini, silahkan baca dengan seksama poster dibawah ini. Terima kasih.</div><div><br /></div><div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-vAvKHpIZl_c/YLc48LYEJMI/AAAAAAAAAD0/ZmVlPwfMXN4KY2wKJ0VwwiOjbHPV9aw8QCLcBGAsYHQ/s1024/POSTER%2BFSIGB%2B2021.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Poster Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2021" border="0" data-original-height="1024" data-original-width="819" src="https://1.bp.blogspot.com/-vAvKHpIZl_c/YLc48LYEJMI/AAAAAAAAAD0/ZmVlPwfMXN4KY2wKJ0VwwiOjbHPV9aw8QCLcBGAsYHQ/s16000/POSTER%2BFSIGB%2B2021.jpg" title="Poster Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2021" /></a></div><br />&nbsp; &nbsp;Sumber Poster dan Logo: <i>WAG Jazirah Sastra</i></div></div>Subhan Ihsanhttp://www.blogger.com/profile/10555773410110527640noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-27190970787204885582021-06-02T00:53:00.004+07:002021-06-02T00:53:50.497+07:00Waspadai Sikap Over Protektif dari Pasanganmu!<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-hKcAMYWorU8/YLZyzHRrybI/AAAAAAAAADs/2agkP3nDun0KV43zRWSlKBUMcA1IH_kfACLcBGAsYHQ/s702/Ilustrasi%2BOver%2BProtektif.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Ilustrasi Over Protektif" border="0" data-original-height="465" data-original-width="702" src="https://1.bp.blogspot.com/-hKcAMYWorU8/YLZyzHRrybI/AAAAAAAAADs/2agkP3nDun0KV43zRWSlKBUMcA1IH_kfACLcBGAsYHQ/s16000/Ilustrasi%2BOver%2BProtektif.jpg" title="Ilustrasi Over Protektif" /></a></div><br /><div><br /></div>Menjalani hubungan percintaan selalu saja membuat kita rumit. Iya rumit. Kita tidak bisa mengelak dengan kata "rumit". Pada kenyataannya memang sering seperti itu. Salah satu kerumitannya adalah tentang "Over Protektif". Kenapa harus ada hal semacam itu? Jawabannya sederhana saja. Itu terjadi karena kita sering merasa takut. Ya. Takut kehilangan pasangan kita.<div><br /></div><div>Takut kehilangan antarpasangan, sungguh sangat wajar sekali. dan ini saya katakan kembali, bahwa cinta memang "rumit". Kalau kata sebuah lagu sih begini <i><b>"Cinta itu sederhana, yang rumit itu kamu"</b></i>. Hahaha. Nah loh. ko beda statmentnya, dengan lagu itu.</div><div><br /></div><div>Begini saya jawab ya. <b><a href="https://www.sudutkerlip.com/search/label/bucin" target="_blank">Cinta</a></b> memang sederhana ko, tapi tetap saja ada rumitnya. Di lirik lagu tadi kan tetap saja si ceweknya rumit kan? Jadi jika kita tarik benang merahnya. Cinta itu bisa kita buat sederhana, bisa juga dibuat rumit, jadi sederhana dan rumit itu akan selalu hadir dalam kehidupan percintaan.</div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: large;">Sikap Protektif yang Berlebihan</span></b></div><div><br /></div><div>Protektif atau sikap perlindungan terhadap pasangan memang baik bagi kesehatan pasangan. Namun sering kali disalah-artikan oleh masing-masing pasangan tersebut. Ada yang menganggap sikap protektif itu adalah hal yang membosankan dan terkesan lebay.</div><div><br /></div><div>Jika saya amati dan pernah juga merasakannya, sikap protektif itu gak lebay ko, dan juga tidak membosankan, bahkan bagi saya, sikap protektif itu adalah semacam bentuk kasih sayang, sebagai cara memperhatikan pasangan kita yang sangat kita kasihi.</div><div><br /></div><div>Sikap protektif terkadang selalu datang tiba-tiba, dan itu datangnya dari hati. Bila pun ada yang dibuat-buat, ya gak apa-apa juga, yang penting tindakannya membuat nyaman. Nah ini ada juga orang yang ngebikin <i>sebel </i>jika membuat perhatian.</div><div><br /></div><div>Sebenarnya, yang bikin pasangan kita kurang suka dengan sikap protektif kita adalah, sikap perhatian yang berlebihan. Sikap yang berlebihan inilah sering membuat pasangan kita stres, terkadang bikin muak. Ya bagaimana tidak muak atau <i>enek</i>, setiap kali melakukan hal yang sebenarnya sudah menjadi kebiasaan sehari-hari dan tidak membuat negatif, kenapa musti dilarang!</div><div><br /></div><div>Misalnya, pasangan kamu sering nonton Drama Korea sebelum tidur, dan kamu dilarangan sama pacar kamu, dan memberi saran agar segera tidur. Nah. di sini kan pasti kamu gak mau terganggu dengan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan kamu kan. Makanya jadi gak enak. Padahal nonton Drakor pun gak terlalu malam.</div><div><br /></div><div>Ada lagi yang pacarnya itu melarang untuk bergaul dengan teman, dengan alasan takut terpengaruh terhadap hal-hal yang dirasakan negatif dalam pergaulan bebas. Ya. di sini kita harus sadar diri juga. memangnya teman-teman kita preman semua? Ya enggak juga kan. Kita sudah dewasa dalam hal memilih dan memilah, mana teman yang harus digauli, mana juga teman yang tidak boleh diikuti.</div><div><br /></div><div>Selain itu, kita pun sering menemukan sikap protektif&nbsp; yang berlebihan; Jadi, jika ke mana-mana itu harus ngasih report atau laporan, setiap tindakan yang kita perbuat harus lapor dong ke pacar kita. Memangnya sudah menikah? Nah ini kan belum kawin, masih pacaran gitu...Kalau seperti itu sih memang sungguh berlebihan, yang udah menikah pun, cukup hanya minta izin saja. Namun jika ada apa-apa menyangkut keselamatan, memang harus sesegera mungkin sih. Tapi biasanya orang yang pertama kali kita hubungi ya keluarga lah, pacar mah ke-dua atau ke-tiga. hehe. Tapi ada juga yang report langsung ke pacar juga. Ya wajar dong lapor ke pacar, kan ortunya lagi jauh. hihi.</div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: large;">Percaya Saja Jika Cinta</span></b></div><div><br /></div><div>Initinya sih, jika memang kita sayang sama pasangan kita. Apa yang suka dan tidak suka dari pasangan kita, jangan sampai kita tidak tahu. Kita musti paham dan saling memahami. Termasuk sikap protektif tadi, jangan sampai berlebihan, dan jangan sampai juga menjadi pemicu amarah pasangan kita.</div><div><br /></div><div>Lagi-lagi rasa percaya kepada cinta yang telah dibangun, harus diandalkan, jika masih rendah harus ditingkatkan, kalau kita tidak percaya dengan pasangan kita. Maka tentunya ini harus dievaluasi. Apakah benar dia itu sayang atau tidak. Ini akan menjadi ukuran bagi pasangan, apalagi buat pasangan yang baru jadian. Cieee... (Ihsan Subhan)</div><div>&nbsp;</div><div><i>Sumber foto: Ilustrasi Over Protektif (halodok)&nbsp; &nbsp; &nbsp;</i></div>Subhan Ihsanhttp://www.blogger.com/profile/10555773410110527640noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-43893037323850215942021-05-30T12:22:00.004+07:002021-05-30T12:22:32.452+07:00Kenangan Buruk Lebih Sulit Dilupakan Ketimbang Kenangan Indah<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-F2FuxzaYI1E/YLMfxqqCAOI/AAAAAAAACCk/sVZxBZ3-PeQWbQgt6YrtVMj_kitdXoJ_ACLcBGAsYHQ/s600/Ilustrasi%2BKenangan%2BBuruk.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Ilustrasi Kenangan Buruk" border="0" data-original-height="400" data-original-width="600" src="https://1.bp.blogspot.com/-F2FuxzaYI1E/YLMfxqqCAOI/AAAAAAAACCk/sVZxBZ3-PeQWbQgt6YrtVMj_kitdXoJ_ACLcBGAsYHQ/s16000/Ilustrasi%2BKenangan%2BBuruk.jpg" title="Ilustrasi Kenangan Buruk" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div><div>Dalam menjalani kehidupan ini, nampaknya banyak hal yang telah kita perbuat, banyak kenangan yang sudah kita lalui. Selama hidup kita, sampai saat ini, kehidupan akan selalu berotasi seperti itu. Ada kalanya bahagia, ada juga derita.</div><div><br /></div><div>Dari segala kejadian yang pernah kita alami selama hidup dunia, mungkin yang paling berkesan adalah kenangan ketika kita jatuh cinta. Merasakan perasaan yang aneh bin ajaib. Datang langsung dari hati, tanpa ada perintah dari sesiapapun. Bahkan dalam perjalanan mencintai banyak sekali proses-proses yang dirasa tak masuk akal.</div><div><br /></div><div>Orang-orang lebih sering mengandalkan perasaan ketimbang nalar. Tak hanya perempuan, lelaki pun melakukan hal yang sama. Bahkan lelaki cenderung lebih banyak menggunakan perasaannya ketika mengalami demam cinta. Ini terbukti dengan banyaknya lelaki yang lebih sering menyatakan cinta ketimbang perempuan. Namun tidak menutup kemungkinan juga di era milenial saat ini, perempuan pun sudah tidak malu-malu lagi untuk mengungkapkan perasaan cintanya kepada lelaki.</div><div><br /></div><div>Pada saat orang-orang sudah saling mencintai, inilah yang harus diwaspadai. Karena jika tidak bisa mengendalikan diri, maka akan sulit menjalani. Kembali ke tajuk yang saya tulis di atas, "Kenangan Buruk Lebih Sulit Dilupakan Ketimbang Kenangan Indah". Nah, asumsi saya memang jelas seperti itu. Ketika kedua pasangan manusia sudah menjalani kehidupan bersama, di sini akan banyak cerita yang terjadi. Mulai dari dari cerita yang ngebikin raut muka bersinar, sampai ngebikin mata melotot dengan otot.</div><div><br /></div><div>Jika kita memiliki kenangan indah, biasanya akan mudah pudar. Tetapi jika kita memiliki kenangan yang sangat buruk, tentu saja mungkin sampai terbawa mati akan sulit dilupakan. Kenangan indah bisa pudar jika memang kita memiliki kenangan yang buruk bersama pasangan. Kenangan indah akan terus hangus karena akan ada lagi kenangan-kenangan yang lain yang lebih indah dari kenangan sebelumnya. Ya kecuali orang itu bisa merawat kenangannya dengan baik.</div><div><br /></div><div>Tetapi jika kita mengalami hal yang buruk bersama pasangan kita, semisal pasangan kita telah mengecewakan kita dengan cara selingkuh. Tentu saja kita akan memandang bahwa hal-hal indah yang pernah dilalui dengan pasangan kita adalah hanya kebohongan dan formalitas saja. Karena begitu besar dampaknya, sampai-sampai kekecewaan itu berakhibat fatal terhadap hubungan. Hubungan menjadi kurang harmonis, sulitnya mempercayai kembali pasangan kita, dan rasa malas menghadapi kebersamaan dengan pasangan kita. Baik itu yang belum menikah, bahkan yang sudah menikah.</div><div><br /></div><div>Terlebih bagi pasangan yang sudah menikah. Akan sangat berakibat fatal terhadap psikologi kedua pasangan tersebut. Misal, yang selingkuhnya adalah pihak perempuan, dan tak tanggung-tanggung, caranya dia berselingkuh adalah dengan sering bertemu dengan selingkuhannya di tempat negatif seperti hotel, atau dengan kata lain, dia berselingkuh dengan cara berjinah.</div><div><br /></div><div>Suatu saat kekasih atau suaminya tahu tentang kelakukan pacar atau istrinya itu. Maka tamatlah riwayat suatu hubungan tesebut. Rasa percaya yang sudah dibangun berpuluh-puluh tahun langsung hilang, pandangan buruk setiap dia lakukan akan terus berputar di otak sang suami atau pasangan, Meski dia melakukan kebaikan pun, tetap saja akan dianggap tidak benar.</div><div><br /></div><div>Kebanyakan orang, dengan melakukan tindakan seperti itu, maka akan berkahir, atau bercerai. Namun ada juga memang yang ingin mempertahankan hubungannya, dengan alasan cinta, atau juga karena Allah sangat membenci pasangan yang bercerai. dan lain hal alasan yang mungkin kita tidak tahu, akan tetapi itu sangat rentan. Rentah terhadap keharmonisan rumah tangga, jika masih mempertahankannya.</div><div><br /></div><div>Di sana kenangan buruk itu akan terus diingat. Bahkan ketika disengaja untuk melupakannya, akan makin terus bertampab ingatannya tentang rasa sakit hati yang mendalam tersebut. Kenangan-kenangan indah yang dulu sempat dilakukan mungkin akan teringat, untuk memulihkan rasa sakit itu. Tetapi justru akan menambah luka yang teramat sangat parahnya. Luka tersebut akan semakin menganga, mengingat pengkhianatan yang dirasa sungguh brutal. Terlebih lelaki atau suaminya itu adalah seorang lelaki yang baik, yang giat bekerja keras untuk mencari rizki, agar keluarga terjamin dan bahagia.</div><div><br /></div><div>Maka, di sini kita bisa memahami, bahwa kenangan buruk atau kekecewaan yang sempat terjadi terhadap pasangan kita, akan sulit dilupakan, meskipun kenangan indah sudah banyak dilakukan. Bagaimana pun bentuk kenangan buruk dengan pasangan. Kita sebagai makhluk sosial tentunya harus bisa menghadapinya dengan penuh tanggung jawab dan bijak. (Ihsan Subhan)&nbsp; &nbsp; &nbsp;</div><div><br /></div><div>Sumber foto: Ilustrasi Kenangan Buruk (lifestyle.bisnis.com)</div><div><b style="background-color: white; border: 0px; font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; max-height: 1e+07em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><i style="border: 0px; font-family: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; max-height: 1e+07em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><br /></i></b></div><div><b style="background-color: white; border: 0px; font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; max-height: 1e+07em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><i style="border: 0px; font-family: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; max-height: 1e+07em; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Disclaimer:</i></b></div><div><span style="background-color: white; border: 0px; font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; max-height: 1e+07em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><i style="border: 0px; font-family: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; max-height: 1e+07em; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Jangan lupa! jika ingin copas tulisan di atas, mohon untuk menyertakan nama penulis dan sumbernya. Terima kasih. Tulisan yang berjudul "Kenangan Buruk Lebih Sulit Dilupakan Ketimbang Kenangan Indah" merupakan tulisan yang bersumber dari asumi atau opini penulis.&nbsp;</i></span></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-88723015087020485952021-05-25T22:22:00.010+07:002021-05-26T11:20:02.429+07:00Makan Hati, Sampah Makanan Makin Meninggi, Coba Lakukan Ini<div>Oleh: Ihsan Subhan</div><table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-zX9Ll-xUdK8/YK0OgARLzEI/AAAAAAAACBE/MwvTQ4HFR7wlyx7Rmu3HKq94CjNYJBz_gCLcBGAsYHQ/s1024/ilustrasi%2Bthrowing%2Bfood%2Bout.jpg" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"><img alt="Sampah Makanan" border="0" data-original-height="570" data-original-width="1024" src="https://1.bp.blogspot.com/-zX9Ll-xUdK8/YK0OgARLzEI/AAAAAAAACBE/MwvTQ4HFR7wlyx7Rmu3HKq94CjNYJBz_gCLcBGAsYHQ/s16000/ilustrasi%2Bthrowing%2Bfood%2Bout.jpg" title="Sampah Makanan" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;"><span style="font-size: x-small;">Ilustrasi sampah makanan (foodinsight.org)</span><br /></td></tr></tbody></table><br /><div><br /></div><div><br /></div><div><br /></div><div>Jika dihitung-hitung dan ditumpuk di satu titik tempat, nampaknya <b>sampah makanan</b> yang sering kita makan (<b>Food&nbsp;</b><b>Waste&nbsp;</b>), akan menjadi semacam gunung baru yang menjulang tinggi, yang diciptakan sendiri oleh manusia. Baik secara sadar atau tidak sadar, mulai dari sampah yang dibuang masyarakat secara sembarangan, sampai dengan sampah yang kita buang pada tempatnya.</div><div><br /></div><div>Sebenarnya ada lagi sampah yang membuat kampung tercemar dahsyat sampai-sampai orang yang mencemari wilayah dan dirinya sendiri itu harus segera bertaubat. Yaitu sampah masyarakat. Iya kan?</div><div><br /></div><div>Kembali menyoal sampah yang tak pernah kunjung habis setiap harinya, sudah kita ketahui bersama, ini akan sangat sulit jika tidak ditangani dengan penuh kesabaran dan kesadaran. Meskipun pemerintah sudah membuat sistem pengelolaan atau aturan yang ditetapkan, bahkan ada denda atau hukuman bagi masyarakat yang melanggarnya, tetap saja sampai tidak akan pernah sirna di muka bumi ini.</div><div><br /></div><div>Sudah jelas-jelas aturan tersebut tertuang dalam <b>Undang-undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2008</b> tentang <b>“Pengelolaan Sampah”</b>. Di sana jelas tertuang aturan main dari pemerintah pusat, hingga kebijakan pengelolaannya ke tingkat daerah. Bahkan kebijakan otonomi daerah sudah sampai mengerucut ke tingkat Desa atau Kelurahan.</div><div><br /></div><div>Lagi-lagi ini akan selalu menjadi PR besar yang harus terus menerus dilakukan oleh berbagai pihak. Tidak hanya Pemerintah, masyarakat pun harus turut bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah.</div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: large;">Indonesia Salah Satu Penghasil Sampah Makanan Terbesar&nbsp;</span></b></div><div><br /></div><div>Dari data yang terhimpun,<span style="background-color: white;"> Indonesia sudah terkategorikan sebagai salah satu penghasil sampah terbesar di dunia. <b>Dari 100% jenis sampah, 40% sampah lainnya adalah sampah dari makanan</b></span>. Cukup banyak bukan sampah dari sisa makanan tersebut?</div><table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-hu-ruJpHTis/YK0PeRFJ8cI/AAAAAAAACBM/-VkiaaaeX54kseqRzlQ7WOBLnUYwVeUCACLcBGAsYHQ/s976/Gunungan%2Bsampah%2Bmakanan.jpg" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"><img alt="Gunungan Sampah Makanan" border="0" data-original-height="488" data-original-width="976" src="https://1.bp.blogspot.com/-hu-ruJpHTis/YK0PeRFJ8cI/AAAAAAAACBM/-VkiaaaeX54kseqRzlQ7WOBLnUYwVeUCACLcBGAsYHQ/s16000/Gunungan%2Bsampah%2Bmakanan.jpg" title="Gunungan Sampah Makanan" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;"><span style="font-size: x-small;">Ilustrasi gunungan sampah makanan (uzone.id)</span><br /></td></tr></tbody></table><br /><div><br /></div><div><br /></div><div>Selain itu Economic Intelligence Unit (EIO) telah mencatat, bahwa <span style="background-color: #01ffff;">Indonesia merupakan negara penghasil sampah makanan terbesar ke-dua dengan berat 300 Kg/tahun per kapita</span>.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Dari sumber lain, angka yang lebih tinggi ditunjukan <span style="background-color: #01ffff;">UNEP Food Waste Index 2021, bahwa jumlah sampah makanan secara global telah mencapai 931 juta ton</span> pada tahun 2019.</div><div><br /></div><div>Sungguh sangat memprihatinkan, Jika setelah mengetahui angka peningkatan sampah dari makanan sudah menumpuk setinggi itu, dan kita hanya diam saja? tidak berbuat apa-apa?&nbsp;</div><div><br /></div><div>Meskipun Pemerintah saat ini tengah gencar melakukan campaign terkait ‘Indonesia&nbsp; Bebas dari Sampah Makanan’ dan membuat tindakan lain dalam pencegahannya.&nbsp; Namun kita juga sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya membantu meringankan beban negara dengan melakukan sesuatu yang kita bisa.</div><div><br /></div><div>Tidak hanya itu dengan sikap yang optimis, pemerintah <span style="background-color: #01ffff;">Indonesia pun menargetkan pengurangan sampah di angka 30% dan 70% pada tahun 2025</span>, termasuk di dalamnya adalah sampah makanan. Dalam RPJMN 2020-2024 pun, pemerintah telah memprioritaskan pengurangan sampah makanan, dan ini sudah jelas disampaikan langsung Direktur Lingkungan Hidup, BAPPENAS.</div><div><br /></div><div><span style="font-size: large;"><b>Meski Susah Susah Mudah, Ini Langkah yang Indah</b></span></div><div><br /></div><div>Terkait Penanganan dalam mengatasi pengurangan <b>sampah makanan</b>, hal ini sebaiknya dan seharusnya musti diatasi dengan sedikit demi sedikit mengubah pola gaya hidup masyarakat, dan ini memang akan berimbas pada <i>culture</i> atau tradisi masyarakat yang nantinya akan secara rutin membiasakan diri meminimalisir untuk mengkonsumsi makanan yang sedikit limbah atau bekasnya. Misal, seseorang yang tadinya memiliki kebiasaan membeli makanan dengan kuota besar setiap harinya. Maka, sebaiknya dikurangi dengan membeli makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan.</div><table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-9OmVzbtsR0E/YK0SDYgSi5I/AAAAAAAACBU/0tIcqZoQX8Yg3qMq8-FzLO7DrxWhYcpigCLcBGAsYHQ/s700/aneka%2Bjajanan%2Bkhas%2Bbandung.jpg" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"><img alt="Aneka jajanan khas Bandung" border="0" data-original-height="476" data-original-width="700" src="https://1.bp.blogspot.com/-9OmVzbtsR0E/YK0SDYgSi5I/AAAAAAAACBU/0tIcqZoQX8Yg3qMq8-FzLO7DrxWhYcpigCLcBGAsYHQ/s16000/aneka%2Bjajanan%2Bkhas%2Bbandung.jpg" title="Aneka jajanan khas bandung" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;"><span style="font-size: x-small;">Jajanan/Makanan di Bandung (berbagai sumber/net)</span><br /></td></tr></tbody></table><br /><div><br /></div><div><br /></div><div>Orang-orang mungkin awalnya akan sedikit terbebani dengan gaya hidup yang biasanya konsumtif lalu berubah menjadi efektif. Namun sebaiknya ini harus dilakukan secara pelan-pelan dan bertahap. Sebagai contoh; yang tadinya membeli<span style="background-color: white;"><span><i> <b>cilok</b></i> </span>dua bungkus, berubah menjadi satu bungkus. Yang asalnya sering terbiasa membeli dua bungkus <span style="font-style: italic; font-weight: bold;">awug</span><span> dan </span><span style="font-style: italic; font-weight: bold;">kue balok</span>, diubah menjadi satu bungkus. Yang biasanya membeli<b> <i>surabi</i></b> dua paket, berubah menjadi satu paket saja</span>.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Tidak hanya itu juga, ternyata akan sangat membantu pengurangan sampah makanan, jika kita membeli makanan namun tidak dibawa ke rumah atau tidak dibungkus. Tetapi kita cukup memakannya di tempat penjual makanan tersebut. Selain menghemat penggunaan pengeluaran wadah/bungkus bagi penjual, akan sangat membantu juga dalam meminimalisir sampah makanan. Tetapi jangan lupa juga, makanan yang kita makan pun harus habis masuk ke perut. Sebab lain hal lagi, bila kita menyisakan makanan di tempat makan tersebut. Maka sampah pun akan bertambah. Karena sudah dipastikan akan terbuang.</div><div><br /></div><div><span style="font-size: large;"><b>Begini Jika Gaya Hidup Berubah, dan Sampah Makanan Berkurang</b></span></div><div><br /></div><div>Jika membayangkan ketika Indonesia bebas dari sampah makanan, atau paling tidak angka persentasinya berkurang. Maka, udara di setiap waktunya akan seperti pada pagi hari yang segar. Meski tidak begitu sejuk untuk di beberapa daerah yang dekat dengan laut. Tetapi setidaknya udara pagi akan terasa berbeda kesegarannya. Karena Terbebas dari sampah.</div><table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-E2ONA9FCJHA/YK0UYYIMiSI/AAAAAAAACBc/e23HTjqWrcMlTG5__PTDPHl2puIZ8VpIACLcBGAsYHQ/s1080/Jalan%2BBraga%2BBandung%2Bdi%2BPagi%2BHari.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><img alt="Jalan Braga Bandung di Pagi Hari" border="0" data-original-height="720" data-original-width="1080" src="https://1.bp.blogspot.com/-E2ONA9FCJHA/YK0UYYIMiSI/AAAAAAAACBc/e23HTjqWrcMlTG5__PTDPHl2puIZ8VpIACLcBGAsYHQ/s16000/Jalan%2BBraga%2BBandung%2Bdi%2BPagi%2BHari.jpg" title="Jalan Braga Bandung di Pagi Hari" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;"><span style="font-size: x-small;">Jalan Braga Bandung di Pagi Hari (pinterest)</span></td></tr></tbody></table><div>Jika Aroma sampah sudah tidak lagi menyengat, udara akan seperti tercium wangi aroma lain yang masuk melalui alat pernapasan manusia dan masuk dengan lancarnya. Meskipun beberapa orang ada yang mengalami gejala hidung tersumbar, nampaknya jika aromanya halus nan segar, mungkin akan langsung tiba-tiba sembuh.</div><div><br /></div><div>Kita juga sering membayangkan udara yang segar tanpa gunungan sampah, ditambah dengan penglihatan yang asri alami menghadap ke pepohonan atau sungai jernih, atau pantai, atau juga di depannya ada sang kekasih yang menatap diri kita. Maka, itu akan menambah kesegaran tanpa harus membeli aroma pengharum ruangan dan sejenisnya.</div><div><br /></div><div>Ditambah lagi, jika gaya hidup yang konsumtif terhadap makanan kita sudah bisa diubah ke arah yang efektif tadi, dan itu dilakukan oleh semua elemen masyarakat. Maka, mungkin juga kehidupan kita akan lebih berkualitas. Kelembutan hati akan semakin terasa lebih dalam, teratur dan santai.</div><div><br /></div><div>Orang-orang sudah terbiasa dengan hidup sehat, tidak membuang sampah sembarangan, tong tong sampah di sepanjang jalan keramaian sudah terpasang rapi dan tertata, lengkap dengan penanda warna dan penamaan kategori jenis sampah. Di sudut-sudut taman tidak ada lagi sampah-sampah dari plastik jajanan, lalu di langit Indonesia begitu biru dan bersih. Awan-awan menggumpal putih, dan sekawanan burung-burung tampak riang berterbangan. Sungguh indah kan?</div><div><br /></div><div>Nah, dengan membayangkannya pun sudah sangat indah. Apalagi jika suasana dan pola kehidupannya sudah nyata diterapkan. (*)</div><div><br /></div><div><br /></div><div>Referensi</div><div><ol style="text-align: left;"><li>Undang-undang RI No. 18 Tahun 2008 (<a href="https://kkp.go.id/an-component/media/upload-gambar-pendukung/djprl/P4K/Pencemaran%20Laut/Marine%20Debris/01.%20UU%20No.%2018%20Tahun%202008%20tentang%20Pengelolaan%20Sampah.pdf" target="_blank">kkp.go.id</a>)</li><li>Data Sampah Makanan (<a href="https://nasional.kontan.co.id/news/bisnis-sebagai-jawaban-masalah-darurat-sampah-makanan-di-indonesia." target="_blank">kontan.co.id</a>)</li></ol></div><div>*Tulisan ini diikutsertakan dalam <b><a href="https://bandungfoodsmartcity.org/lomba-blog-gaya-hidup-minim-sampah-makanan/" target="_blank">Lomba Blog Gaya Hidup Minim Sampah Makanan</a></b> yang diselenggarakan oleh Bandung Food Smart City #foodwaste #bandungfoodsmartcity #ambilmakanhabiskan&nbsp;</div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com6tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-43493207600252606932021-05-25T12:27:00.004+07:002021-05-25T12:27:58.011+07:00Sayembara Video Clip Puisi Sutardji Calzoum Bachri 2021<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-L2fYrdNVLoU/YKyFJPTctSI/AAAAAAAACA0/q6QDo1bPp4UyXFez8unYVIluAydz3v1FwCLcBGAsYHQ/s700/Sutardji%2BCalzoum%2BBachri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Sutardji Calzoum Bachri" border="0" data-original-height="485" data-original-width="700" src="https://1.bp.blogspot.com/-L2fYrdNVLoU/YKyFJPTctSI/AAAAAAAACA0/q6QDo1bPp4UyXFez8unYVIluAydz3v1FwCLcBGAsYHQ/s16000/Sutardji%2BCalzoum%2BBachri.jpg" title="Sutardji Calzoum Bachri" /></a></div><br /></div><b><a href="https://wwww.sudutkerlip.com/search/label/info-sastra">Informasi</a></b> Lomba atau sayembara tentang puisi kali ini, akan sangat berbeda dengan lomba-lomba puisi sebelumnya. Lomba ini bertajuk "Sayembara Video Clip <b><a href="https://wwww.sudutkerlip.com/search/label/puisi" target="_blank">Puisi</a></b> <b>Sutardji Calzoum Bachri</b>", artinya kegiatan sayembara membuat sebuah video clip dari puisi seorang presiden <b><a href="https://wwww.sudutkerlip.com/search/label/penyair" target="_blank">penyair</a></b> Indonesia bernama Sutardji Calzoum Bachri.<div><br /></div><div>Siapa yang tidak mengenal penyair besar yang sukses dengan puisi-puisnya seperti mantra ini. Saya sering menyebut beliau bang Tarji. Bang Tarji ini adalah penyair yang sudah melang-langbuana membumikan puisi ke segala penjuru nusantara bahkan dunia.</div><div><br /></div><div>Kami sudah sepakat bang Tarji ini, adalah presiden kami. Tentunya presiden atau pimpinan kami di negeri penyair. Meski ini tidak disyahkan oleh pemerintah, namun kami adalah pemilik syah penobatan beliau sebagai presiden penyair kami.</div><div><br /></div><div>Selanjurnya, saya ingin berbagi informasi bagi seluruh rakyat Indonesia, yang ingin mengikuti sayembara yang di awal paragraf sudah saya sebutkan tajuknya.</div><div><br /></div><div>Ini beberapa persyaratan dan ketentuan lainnya bagi sesiapa yang ingin mengikuti sayembara dengan hadiah jutaan rupaih ini.</div><div><br /></div><div><span style="font-size: large;">Peserta</span></div><div><div><ul style="text-align: left;"><li>Peserta menunjukkan identitas diri dari negara asal</li><li>Peserta boleh perorangan/berkelompok</li><li>Pandaftaran peserta tidak dipungut biaya</li></ul></div></div><div><span style="font-size: large;">Ketentuan Video</span></div><div><ul style="text-align: left;"><li>Peserta memproduksi video clip dari salah satu puisi Sutardji Calzoum Bachri dengan durasi maksimal 5 menit&nbsp;</li><li>Peserta hanya diperbolehkan mengirim satu video clip&nbsp;</li><li>Peserta wajib melampirkan konsep tertulis, maksimal 200 kata&nbsp;</li><li>Video clip belum pernah ditayangkan di kanal sosial media&nbsp;</li><li>Video clip belum pernah diikutsertakan dalam berbagai perlombaan&nbsp;</li><li>Video menggunakan bahasa Indonesia/Melayu&nbsp;</li><li>Mencantumkan sumber musik pengiring dalam video clip&nbsp;</li><li>Peserta wajib mengunggah video clip yang dilombakan ke IG pribadi/kelompok dan tag akun dewan_kesenian_riau dengan tagar: #80thnscb #sayembaravideoclipSCB</li></ul></div><span style="font-size: large;">Pendaftaran</span><div><ul style="text-align: left;"><li>Peserta mengisi google form pendaftaran dan upload data lomba dan karya video clip melalui tautan (https://forms.gle/jJghbS39E7UU3Xfd8) atau mengirim data tersebut ke email : 80tahunscb@gmail.com sesuai ketentuan berlaku (pilih salah satunya)</li></ul><div><span style="font-size: large;">Peserta wajib menyertakan administrasi diantaranya:</span></div><div><ul style="text-align: left;"><li>ID Card/tanda pengenal/Kartu Tanda Penduduk sesuai dengan negara asal peserta (file berupa : pdf/jpg)&nbsp;</li><li>Melampirkan surat pernyataan bermaterai bahwa video yang dikirim adalah asli dan belum pernah ditayangkan atau dilombakan (file berupa: pdf/microsoft word)&nbsp;</li><li>Biodata peserta yang tampil dalam video credit title (nama, alamat lengkap, nomor WA aktif email, media social, dan tim produksi)</li></ul></div></div><div>Peserta wajib menfollow akun media sosial Dewan Kesenian Riau, minimal dua, yaitu:&nbsp;</div><div><ul style="text-align: left;"><li>YouTube - Dewan Kesenian Riau&nbsp;</li><li>Instagram - dewan_kesenian_riau&nbsp;</li><li>Facebook - Dewan Kesenian Riau&nbsp;</li></ul><div><span style="font-size: large;">Format Pengiriman Video&nbsp;</span></div><div><ul style="text-align: left;"><li>Nama kelompok/perorang_judul karya_video clip puisi SCB_negara, Contoh nama file video: syamsudin_Oamukkapak_videoclipSCB_Indonesia&nbsp;</li><li>Format file video wajib mp4</li></ul></div></div><div><span style="font-size: large;">Batas Pengiriman Video</span></div><div><ul style="text-align: left;"><li>Batas akhir pengiriman tanggal <b>15 Juni 2021</b></li></ul><div><span style="font-size: large;">Aspek Penilaian&nbsp;</span></div><div><ul style="text-align: left;"><li>Tafsiran puisi SCB, kreativitas, originalitas, audio visual, konsep dan ketepatan makna puisi pada video clip&nbsp;</li><li>Juara 1,2 dan 3 dipilih langsung oleh Sutardji Calzoum Bachri&nbsp;</li><li>Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.</li></ul><div><span style="font-size: large;">Pengumuman Pemenang</span></div></div></div><div><ul style="text-align: left;"><li>Pengumuman pemenang 24 Juni 2021 atau Puncak Acara 80tahun SCB – Mewariskan Kepada Dunia), melalui email dan di media sosial Dewan Kesenian Riau.&nbsp;</li></ul></div><div><span style="font-size: large;">Hadiah Lomba</span></div><div><ul style="text-align: left;"><li>Juara 1 : <b>Rp 15.000.000&nbsp;</b></li><li>Juara 2 : Rp 10.000.000&nbsp;</li><li>Juara 3 : Rp 7.500.000&nbsp;</li><li>Harapan 1,2,3 : @Rp 5.000.000&nbsp;</li><li>Video pemenang lomba dan video pilihan akan dijadikan kompilasi video&nbsp;</li></ul></div><div><i><b>Catatan:&nbsp;</b></i></div><div>Video clip yang sudah dikirimkan, sepenuhnya menjadi hak milik panitia, hanya dipergunakan oleh panitia sebatas dokumentasi/arsip dan tidak untuk tujuan komersil, panitia akan tetap mencantumkan nama pemilik video (perorangan/kelompok).</div><div><br /></div><div>Untuk informasi dan pertanyaan lainnya bisa hubungi:</div><div>+62 852-6598-7763 (Jefri)&nbsp;</div><div>+62 813-7181-0115 (Siti)</div><div><br /></div><div><i>Sumber: WAG HPI Riau&nbsp;</i></div><div><i><br /></i></div><div><i><br /></i></div><table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-R_BZFLymSks/YKyIowXkrHI/AAAAAAAACA8/MOp3OgkF_UEGUz_9_iC4BxJ8Ro8hjfYEQCLcBGAsYHQ/s1280/Poster%2BSayembara%2BVideo%2BClip%2BPuisi%2BSutardji%2BCalzoum%2BBachri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"><img alt="Poster Sayembara Video Clip Puisi Sutardji Calzoum Bachri" border="0" data-original-height="1280" data-original-width="1280" src="https://1.bp.blogspot.com/-R_BZFLymSks/YKyIowXkrHI/AAAAAAAACA8/MOp3OgkF_UEGUz_9_iC4BxJ8Ro8hjfYEQCLcBGAsYHQ/s16000/Poster%2BSayembara%2BVideo%2BClip%2BPuisi%2BSutardji%2BCalzoum%2BBachri.jpg" title="Poster Sayembara Video Clip Puisi Sutardji Calzoum Bachri" /></a><br /></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;">Poster Sayembara Video Clip Puisi Sutardji Calzoum Bachri<br /></td></tr></tbody></table><br /><div><br /></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-60770158640073679432021-05-22T22:17:00.006+07:002021-05-22T22:20:18.446+07:00Benda-benda Puitis yang Dipakai Penyair untuk Menulis Puisi <div><div><b>Oleh: Ihsan Subhan</b></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-SXytGtLx3yY/YKkfpKuVfhI/AAAAAAAACAM/xBRYe3kyPocL0OPK8wKgAVLSnEYEpxjawCLcBGAsYHQ/s830/Ilustrasi%2Bbulan%2Bpurnama.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Ilustrasi Bulan Purnama" border="0" data-original-height="556" data-original-width="830" src="https://1.bp.blogspot.com/-SXytGtLx3yY/YKkfpKuVfhI/AAAAAAAACAM/xBRYe3kyPocL0OPK8wKgAVLSnEYEpxjawCLcBGAsYHQ/s16000/Ilustrasi%2Bbulan%2Bpurnama.jpg" title="Ilustrasi Bulan Purnama" /></a></div><div><br /></div><div>Segala benda, yang hidup atau yang tak bergerak. Bulan, bintang, pohon, batu, tanah, dinding, lantai, bunga, rumput, dan benda yang lainnya, dapat diubah menjadi susunan kata yang puitis oleh seorang penyair. Apalagi jika tema yang ditulisnya itu adalah tema alam sekitar.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Menyoal tentang sifat-sifat benda tersebut, dan menjadikan ia hidup. Seperti dalam teori kebahasaan – majas personifikasi misalnya. Majas tersebut selalu dipakai oleh penyair sebagai pemanis dan penguat estetika dalam menulis <b><a href="https://www.sudutkerlip.com/search/label/puisi" target="_blank">puisi</a></b>. “kerikil di jalan raya / tengah gelisah / Terinjak meninggalkan jejak yang ngilu / Seperti kepedihanku”.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Penggalan puisi tadi merupakan puisi yang disentuh oleh majas personifikasi; benda-benda mati tetapi memiliki sifat seperti manusia. Sehingga puisi ketika dibaca tidak monoton, dan nyaman ketika dibaca sebagai bahan perenungan. Akan berbeda jika puisi tidak memakai majas, biasanya hambar. Seperti penggalan puisi berikut “aku sedih / aku tidak bisa apa-apa / dan gelisah”. penggalan puisi tersebut, masih terlihat jujur. Jujur sekali. Ketika kita membacanya, tidak akan menemukan kesan puitis, dan biasa-biasa saja. Seperti curhat.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Begitu apik dan indahnya, seorang penyair membuat kata-kata menjadi lebih kuat dengan perumpamaan dan atau dengan menggunakan majas-majas lainnya, sebagai penunjang estetika dalam sebuah puisi.&nbsp;</div><div><br /></div><div><span style="font-size: medium;"><b>Di dunia ini, banyak sekali benda-benda yang mampu membuat sebuah <a href="https://www.sudutkerlip.com/search/label/puisi">puisi</a> menjadi lebih seksi.&nbsp;</b></span></div><div><br /></div><div><i>Bulan,&nbsp;</i></div><div><i>di mana engkau</i></div><div><i>baru satu purnama kita bertemu</i></div><div><i>Setelahnya engkau habis&nbsp;</i></div><div><i>dimakan hujan dan hitam awan</i></div><div>…</div><div><br /></div><div>Seperti penggalan puisi saya di atas. Nama benda yang dianggap puitis yang diambil oleh penyair tersebut, adalah bulan. Diksi ‘bulan’ dapat memiliki pemaknaan yang ganda. Bisa nama seorang perempuan, atau bisa pula bulan yang sebenarnya, tetapi mengarah kepada tingkah manusia.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Nama-nama benda lainnya, akan turut masuk dan berkembang dalam bait bait puisi yang akan dibuat. Tetapi kita pun harus berhati-hati dalam memilih diksi. Meski puisi bersifat imajinatif atau memiliki fantasi yang tinggi. Akan tetapi harus juga terarah dengan logika yang baik. Sehingga kandungan maknanya pun akan logis, arahnya akan lebih jelas.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Menulis puisi sebenarnya mudah. Tidak ada puisi yang buruk. Semuanya indah. Tetapi jika kita memakai kecerdasan dalam mengolah dan menyusun diksi-diksinya sesuai dengan rasa, selera, rima, dan sebagainya. Maka puisi akan mengalir dan nyaman serta nikmat untuk dibaca.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Alur pun menjadi pertimbangan dalam menulis puisi. Ada pula puisi yang dari bait pertama sampai akhir tidak nyambung. Itu mungkin karena penulis terlunta-lunta dalam menulis. Ketika tujuan yang akan ditulisnya sudah ada, tiba-tiba dipertengahan jalan jadi tidak beraturan. Tangga dramatikal pun menjadi alasan, kenapa puisi dari bait ke bait harus beraturan. Tiada lain sebagai ritme yang pada akhirnya akan terasa klimaknya.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Kata-kata benda di dunia ini, ternyata selalu saja dapat di susun dengan rapi.&nbsp;</div><div><br /></div><div><i>Gelas, teko, dan air minum&nbsp;</i></div><div><i>Yang disajikan&nbsp;</i></div><div><i>Di atas meja kenangan</i></div><div><i>Bersinar terang</i></div><div><i>Seperti ada lampu&nbsp;</i></div><div><i>Terpasang rapi&nbsp;</i></div><div><i>Di sanalah&nbsp;</i></div><div><i>Kuteguk rindu begitu padu&nbsp;</i></div><div>…</div><div><br /></div><div>Penggalan puisi yang saya tulis di atas, banyak mengandung unsur benda-benda mati, yang masuk dalam puisi, dan bisa menjadi hidup dan berpadu dengan kata lainnya. Sehingga puisi bisa menjadi lebih indah. (**)</div><div><br /></div><div>*<b>Ihsan Subhan</b>, menulis esai, opini, dan puisi di beberapa media lokal maupun nasional. Puisi-puisinya terekam di puluhan Buku Antologi Puisi Bersama Sastrawan Indonesia dan Asia Tenggara. Buku antologi puisi tunggal pertamanya bertajuk “Festival Cahaya”.</div><div><br /></div></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-14917266907604137082021-05-21T20:34:00.005+07:002021-06-02T21:46:33.301+07:00Pengalaman Pakai Aplikasi Kredivo: Limit Kredit Sampai Dikasih 17 Juta <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-tqaaPgBeFYo/YKe1C1Uhp_I/AAAAAAAAB_Q/BkoIBCCQmj8Udf_CBaWLucSLZFuZ3H13wCLcBGAsYHQ/s700/ilustrasi%2Baplikasi%2Bkredivo.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="536" data-original-width="700" src="https://1.bp.blogspot.com/-tqaaPgBeFYo/YKe1C1Uhp_I/AAAAAAAAB_Q/BkoIBCCQmj8Udf_CBaWLucSLZFuZ3H13wCLcBGAsYHQ/s16000/ilustrasi%2Baplikasi%2Bkredivo.jpg" /></a></div><br /><div><br /></div><div><br /></div><div><br /></div><div><br /></div>Kredivo merupakan aplikasi finansial berbasis online, yang menyediakan fasilitas finansial layaknya kartu kredit virtual. Di aplikasi <b><a href="https://www.kredivo.id/" target="_blank">Kredivo</a></b> kita bisa membeli barang apa saja dari ribuan merchent atau toko online secara kredit atau memakai sistem angsuran/cicil. Ada pilihan tenor yang bisa kita pilih, ada yang satu bulan, tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan.&nbsp;<div><br /></div><div>Kredivo sungguh sangat membantu bagi saya pribadi, yang memiliki banyak kebutuhan dan keinginan sewajarnya makhluk sosial dan sebagai Ayah dari dua anak perempuan.&nbsp;</div><div><br /></div><div><span style="font-size: large;"><b>Bunga Terkecil di Kredivo</b></span></div><div><br /></div><div>Kredivo pun memberikan dalam soal bunga. Bunga dari pembelian secara kredit sangat murah dibandingkan dengan aplikasi pinjaman online yang lainnya. Jika yang lainnya memiliki bunga <b>5- 10%</b>, maka di Kredivo bunganya hanya <b>2,6% </b>berlaku untuk cicilan dengan tenor 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan, dan untuk tenor pembayaran yang 1 bulan tidak dikenakan bunga alias <b>0%.</b></div><div><b><br /></b></div><div>Selain bunga yang ringan, aplikasi yang hadir sejak tahun 2016 ini, tidak menggunakan sistem DP atau tidak ada <i>Down Payment </i>atau uang muka. Dengan tidak adanya uang muka inilah, Kredivo banyak diminati oleh masyarakat menengah.</div><div><i><br /></i></div><div>Pengalaman saya dalam menggunakan aplikasi<b> CINTAKU (Cicilan Tanpa Kartu) </b>ini sungguh banyak sekali suka dan dukanya. Mulai dari telat membayar sampai diberikan limit yang sangat besar hingga 17 Juta Rupiah.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-PU94Di0IocQ/YKe1Qq7h_BI/AAAAAAAAB_U/oQ3R75kCH3o0kwB4HXWXVej5d9-kOURlgCLcBGAsYHQ/s700/ilustrasi%2Blimit%2Bkredit.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Limit Kredivo" border="0" data-original-height="536" data-original-width="700" src="https://1.bp.blogspot.com/-PU94Di0IocQ/YKe1Qq7h_BI/AAAAAAAAB_U/oQ3R75kCH3o0kwB4HXWXVej5d9-kOURlgCLcBGAsYHQ/s16000/ilustrasi%2Blimit%2Bkredit.jpg" title="Limit Kredivo" /></a></div><br /><div><br /></div><div><i><br /></i></div><div>Tentu saja Limit kredit yang saya dapatkan ini, karena kesetiaan saya terhadap Kredivo. Saya mulai daftar kredivo dari tahun 2017, dan ini sudah masuk tahun kelima. Pertama kali Kredivo memberikan limit hanya 1,2 Juta. Saya menggunakan limit tersebut hanya untuk membeli barang-barang yang harganya di bawah itu<i>.</i></div><div><i><br /></i></div><div>Selain itu, kesetiaan saya menggunakan Kredivo sebenarnya yang paling sering adalah untuk membeli pulsa, kuota internet, dan pembayaran tagihan listrik. Selama lima tahun itu kredivo sering menjadi penolong bagi saya ketika saya sedang berada di perjalanan dan tidak memegang uang cash.</div><div><br /></div><div>Perkembangan aplikasi finansial online begitu pesat selama limat tahun saya memakai Kredivo. Banyak perkambangan-perkembangan layanan aplikasi yang disediakan oleh Kredivo, salah satunya adalah, Kredivo memberikan layanan pinjaman uang online atau yang sering kita sebut pinjol. Limitnya pun bisa mencapai 30 Juta. Namun saya tidak memakai fasilitas tersebut, dikarenakan belum membutuhkannya.</div><div><br /></div><div>Cara melakukan pembayaran melalui Kredivo bagi saya sangatlah mudah. Kita cukup menautkan akun kredivo kita ke merchant atau toko online yang sudah dikerjasamakan. Setelah itu, tinggal klik dan klik. semudah mengedipkan mata. hehe.</div><div><br /></div><div><span style="font-size: large;"><b>Kredivo Point</b></span></div><div><br /></div><div>Bagi perusahaan finansial, promosi dan diskon-diskon adalah hal terpenting untuk memuaskan pelanggan. Nah, di Kredivo pun banyak sekali promosi-promosi yang ditawarkan, mulai dari <b>Kredivo Point </b>sampai dengan voucer-voucer diskon belanja yang bisa dipakai di setiap merchant atau toko online.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-QjOO-Ak0_lA/YKe1eIMtEhI/AAAAAAAAB_Y/wzvd0seYe-cLGnRMOEeZpUFUcXg8-ivCwCLcBGAsYHQ/s700/ilustrasi%2Bakun%2Bpremium%2Bkredivo.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Kredivo Point" border="0" data-original-height="536" data-original-width="700" src="https://1.bp.blogspot.com/-QjOO-Ak0_lA/YKe1eIMtEhI/AAAAAAAAB_Y/wzvd0seYe-cLGnRMOEeZpUFUcXg8-ivCwCLcBGAsYHQ/s16000/ilustrasi%2Bakun%2Bpremium%2Bkredivo.jpg" title="Kredivo Point" /></a></div><br /><div><br /></div><div><br /></div><div>Kredit point Kredivo saya kini sudah mencapai 395.838, dan ini sangat menguntungkan saya ketika ingin belanja, lalu tidak ada diskon di toko online tersebut. Maka saya akan gunakan <b>Point Kredivo</b> untuk menukarkannya dengan Voucer potongan belanja hingga 500 Ribu. Sangat membantu kan?</div><div><br /></div><div>Jadi itulah tadi alasan saya kenapa sampai saat ini masih setia memaka <b>Kartu Kredit Virtual Kredivo. </b>Jika kalian ingin mendapat cuan dari aplikasi cerdik Kredivo ini, silahkan download saja di Google Play Store atau App Store, dan jangan lupa masukan kode referal saya<b>&nbsp;</b>untuk mendapatkan <b>Point Kredivo 100.000.</b></div><div><blockquote>KODE REFERAL:&nbsp;<b><span style="font-size: large;">ihsas5h5</span></b></blockquote></div><div>Nikmati Kemudahan bertransaksi bersama Kredivo. Rasakan bedanya dengan aplikasi finasial lainnya. Dan dapatkan sesuatu yang ingin kamu mau. Bersama Kredivo, belanja terasa ringan. yang berat itu tetap saja rindu. hehe. (Ihsan Subhan)</div><div><br /></div><div>Bagi yang belum download Aplikasi keren ini sila bisa download di sini</div><div><b>1. <a href="https://app.appsflyer.com/com.finaccel.android?pid=homepage" target="_blank">App Kredivo via PlayStore (Android)</a></b></div><div><b>2. <a href="https://app.appsflyer.com/id1255413338?pid=homepage" target="_blank">App Kredivo via AppStore (IOS)</a></b></div><div><br /></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-1715491678566347092021-05-21T17:57:00.001+07:002021-05-21T17:57:23.457+07:00Undangan Menulis Puisi di Buku Antologi Puisi Palestin Memanggil 2021Hebohnya perlakuan kekejaman zionist Israel memporak-porandakan bangsa Palestina sampai saat ini masih terjadi, dan entah sampai kapan akan berakhir.<div><br /></div><div>Komunitas Penyair di Malaysia, merespons sakitnya rakyat Palestina, dari anak-anak hingga dewasa yang terkena serangan hujan peluru dan gencatan senjata lainnya dari Israel. Maka dari itu sepatutnya kita membantu saudara-saudara kita dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan membuat puisi indah yang akan dibukukan, dan buku tersebut akan dijual. Hasil dari penjualan buku Antologi Puisi Palestin Memanggil tersebut akan disumbangkan ke orang-orang yang membutuhkan di Palestina.</div><div><br /></div><div>Berikut ketentuan-ketentuan bagi sesiapan yang ingin ikutserta dalam pembuatan buku Antologi Puisi Palestin Memanggil.</div><div><br /></div><div><ol style="text-align: left;"><li><i>Huruf Times New Romans. </i>Ukuran 11, spasi 1.5</li><li>Tidak melebihi garis</li><li>Sajak asli, belum pernah dipublikasikan/diterbitkan</li><li>Sajak-sajak terpilih akan dibukukan dan diterbitkan&nbsp;</li><li>Pendaftaran gratis/percuma</li><li>Hasil jualan buku akan disumbangkan kepada Tabung Aman Palestin</li><li>Batas waktu pengiriman naskah Tgl. 31 Mei 2021</li><li>Naskah kirim ke <b>palestinmemanggil@gmail.com</b></li><li>Sertakan Nama lengkap, nama pena (jika ada), alamat dan nomor telepon&nbsp;&nbsp;</li></ol></div><div>&nbsp;&nbsp;<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-H86TcTEZVOA/YKeRNDgCe3I/AAAAAAAAB_I/NEUv-3yXIOAzwtr4UzL_uJ0waPVRC1AqQCLcBGAsYHQ/s1019/Poster%2BAntologi%2Bpuisi%2BPalestina.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Poster Antologi Puisi Palestin Memanggil" border="0" data-original-height="1019" data-original-width="720" src="https://1.bp.blogspot.com/-H86TcTEZVOA/YKeRNDgCe3I/AAAAAAAAB_I/NEUv-3yXIOAzwtr4UzL_uJ0waPVRC1AqQCLcBGAsYHQ/s16000/Poster%2BAntologi%2Bpuisi%2BPalestina.jpg" title="Poster Antologi Puisi Palestin Memanggil" /></a></div><br /></div><div>Sumber poster: <i>WAG Ruang Sastra&nbsp;</i></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-9428211313470910092021-05-21T16:28:00.004+07:002021-05-21T20:47:14.901+07:0015 Penyair Indonesia Siap Tampil di Sastra Bulan Purnama Bantul<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-G66giwb1Z1g/YKd8iXXRZTI/AAAAAAAAB_A/PtaNUbzxtUU8WAX7oiftHIXWo0PuMc3zACLcBGAsYHQ/s1274/Ilustrasi%2BBaca%2BPuisi%2Boleh%2Bpenyair%2BIsbedy%2BSetiawan%2BZS.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Isbedy Setiawan ZS" border="0" data-original-height="716" data-original-width="1274" src="https://1.bp.blogspot.com/-G66giwb1Z1g/YKd8iXXRZTI/AAAAAAAAB_A/PtaNUbzxtUU8WAX7oiftHIXWo0PuMc3zACLcBGAsYHQ/s16000/Ilustrasi%2BBaca%2BPuisi%2Boleh%2Bpenyair%2BIsbedy%2BSetiawan%2BZS.jpg" title="Isbedy Setiawan ZS" /></a></div><br /><div><br /></div><div><br /></div><div>Sebanyak 15 penyair dari berbagai daerah di Indonesia, bakal tampil membacakan puisi di Sastra Bulan Purnama edisi 116 di Amphytheater Tembi Rumah Budaya, Jalan Parangtritis Km 8,5 Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Kamis (27/5) pukul 19.30 WIB yang disiarkan secara live melalui youtube sastra bulan purnama.</div><div><br /></div><div>Para penyair ini, akan membacakan puisi karya 52 penyair yang ada dalam antologi puisi ‘Hujan Pertama di Bulan Purnama’. Pembacaan puisi ini, menurut Ons Untoro, selaku penyelenggara <a href="https://www.sudutkerlip.com/search/label/sastra">Sastra</a> Bulan Purnama, penyelenggaraannya digelar masih dalam format poetry reading from home seri 16.</div><div><br /></div><div>Antologi puisi ini, lanjut Ons Untoro, merupakan periode 4 dari seri sastra tembi, menampilkan 52 penyair dari berbagai kota di Indonesia. Puisi-puisi yang sudah tayang di tembirumahbudaya.com setiap hari Jumat. Pada bulan Mei 2021 ini, merupakan periode yang ke 4. ”Setiap Jumat yang dimulai bulan Mei 2020 puisi dari para penyair yang lolos kurasi redaksi ditayangkan di tembirumahbudaya,com,” ujar Ons Untoro, penggagas Sastra Bulan Purnama kepada Smol.id di Yogyakarta, Kamis (20/5).</div><div><br /></div><div>”Tayangan terakhir, lanjut dia, pada bulan April 2021 lalu, kemudian bulan Mei 2021 diterbitkan sekaligus diluncurkan di Sastra Bulan Purnama,” tambah Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama yang sekaligus mengkurasi puisi. Pandemi covid 19 yang sudah lebih dari satu tahun ini membuat peluncuran antologi puisi seri sastra tembi tidak bisa diselenggarakan secara offline, melainkan melalui jalur yang dikenal sebagai daring.</div><div><br /></div><div>Mei tahun 2020 lalu, antologi puisinya berjudul ‘Mata Air Hujan di Bulan Purnama’ diselenggarakan secara daring. Dua buku sebelumnya, periode 1 berjudul ‘Kepada Hujan di Bulan Purnama’ (2018), dan periode 2 berjudul ‘Membaca Hujan di Bulan Purnama’ (2019) masih diselenggarakan secara offline.&nbsp;</div><div><br /></div><div>”Pada periode 3 dan 4, karena pandemi Covid-19, kita tidak boleh saling berkerumun, tetapi tidak ada larangan membaca puisi, maka dipilih secara on line dan diberi tajuk poetry reading from home,” jelas Ons Untoro. Beberapa penyair yang membacakan puisi dari 52 penyair yang puisinya masuk dalam antologi puisi, di antaranya Isbedi Stiawan (Lampung), yang selama ini dikenali sebagai paus sastra Lampung, Eddy Pranata PNP (Banyumas), Indri Yuswandari (Kendal), Darmanto Andreas (Magelang).</div><div><br /></div><div>Junaidi Haes (Ngawi), Mahesa Noe (Klaten), Didik Eros (Jombang), Yuliani Kumudaswari, Yanti S Sastra (Semarang) dan beberapa penyair dari Yogyakarta, diantaranya Marjuddin Suaeb, Enes Pribadi, Dalle Dalminto, Siti Dwi Sugiarti, Sri Wijayati, Rnd Krisnawati, Budi Eswe, Budi Susanto, Nursisto dan beberapa nama lain.&nbsp;</div><div><br /></div><div>”Dari 52 penyair yang puisinya masuk dalam antologi puisi tidak semua tampil membacakan puisi, tapi biasanya hadir secara on line melihat pertunjukkan live Sastra Bulan Purnama,” ujar Ons Untoro.</div><div><br /></div><div>Dari 15 penyair yang tampil memang tidak ada yang menyajikan puisi dalam bentuk lagu, yang lazim disebut sebagai lagu puisi. Tetapi penampilannya dalam membaca puisi ada yang disertai iringan musik, namun ada juga yang tampil sebagaimana adanya membaca puisi.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Sastra Bulan Purnama sebagai ruang interaksi antara penyair dan pecinta puisi, selama lebih dari 9 tahun ini terus saling menjaga silaturahmi. Penyair dari berbagai kota saling bertemu di Tembi Rumah Budaya melalui Sastra Bulan Purnama dan masing-masing saling meneguhkan persahabatan.&nbsp;</div><div><br /></div><div>”Jadi Sastra Bulan Purnama, bisa dikatakan medan persahabatan dan berkreasi, sehingga masing-masing penyair terus berkarya sekaligus bersahabat dengan pecinta sastra,” ujar Ons Untoro. (Rangga Permana/aa/smol)</div><div><br /></div><div>Sumber berita: <b><a href="https://smol.id/2021/05/20/15-penyair-bakal-tampil-di-sastra-bulan-purnama/">smol.id</a></b></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-54711660506264687452021-05-19T21:08:00.003+07:002021-05-19T21:08:28.070+07:00Menyoal Cita-Cita, Puisi, dan Proses Kepenyairan<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-Bx1E3kEeME4/YKUa_nx1sCI/AAAAAAAAB-0/CuJXtM9lSJo-NjLyS4VoLQtnKGaXziQQgCLcBGAsYHQ/s699/Ilustrasi%2BMenulis%2Bpuisi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="436" data-original-width="699" src="https://1.bp.blogspot.com/-Bx1E3kEeME4/YKUa_nx1sCI/AAAAAAAAB-0/CuJXtM9lSJo-NjLyS4VoLQtnKGaXziQQgCLcBGAsYHQ/s16000/Ilustrasi%2BMenulis%2Bpuisi.jpg" /></a></div><br /><div><br /></div><div><br /></div><div>Oleh: Ihsan Subhan</div><div><br /></div><div>Sewaktu kecil dulu. Di masa anak-anak, sering kita diberi penjelasan mengenai masa depan. Cita-cita, pekerjaan, profesi, dan lainnya. Pada saat itu banyak anak yang ingin menjadi Polisi, Dokter, Perawat, Tentara, dan Guru. Kewajaran dari sempitnya pemikiran anak-anak tersebut menyebabkan, cita-cita mereka baik secara spontanitas maupun diarahkan oleh guru dan atau orang tua mereka. Berakibat anak hanya memandang cita-cita, harapan, atau mimpinya setelah dewasa nanti akan menjadi seperti itu. Padahal banyak sekali profesi yang ada di negara kita. Mulai dari tukang, sampai pejabat negara.&nbsp;</div><div>Seringkali saya bertanya. Kenapa mereka tidak diarahkan atau diberi tahu, terkait profesi menjadi seorang penulis misalnya. Atau lebih sempitnya lagi menjadi seorang penulis puisi atau penyair. Apakah karena bakat untuk menjadi seorang penyair itu tidak menjanjikan? Ataukah penyair bukan sebuah profesi yang menghasilkan.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Proses kepenyairan seseorang memang sangat lama. Sebab banyak hal yang harus dilalui secara emosional dan spiritual. Dari mulai masa usia Sekolah Dasar misalnya. Calon penyair minimal harus memiliki hobi membaca puisi. Menulis puisi-puisi yang secara kontekstual dan dekat dengan masa itu. Berbicara soal puisi. Sebenarnya. Puisi mengajarkan kita pada kebaikan, kelembutan hati, dan kebeningan jiwa. Teks-teks yang dihasilkan dari bait-bait puisi selalu melulu ada hikmah atau muatan isi yang baik untuk kemaslahatan manusia.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Kini jika seseorang ingin secara utuh menjadi seorang penyair. Jadilah penyair yang pandai menempatkan posisinya. Ini memang penting. Banyak penulis atau penyuka puisi yang ingin secara instan menjadi seorang penyair. Kepenyairan seseorang pun harus juga dirasakan hasil karyanya atau gerakan kesusastraannya oleh masyarakat umum.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Chairil Anwar, meskipun beliau banyak menulis untuk dirinya sendiri. Tetapi ia pun banyak menulis untuk orang lain. Puisi-puisi yang ia hasilkan banyak pula yang terinspirasi dari keadaan atau kondisi sosial ekonomi pada saat itu. Bahkan soal politik. Selebihnya banyak pula beliau menulis tentang perempuan-perempuan yang ia sukai atau ia kagumi.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Menjadi penyair memang, gampang – gampang – susah. Artinya, mudah untuk menghasilkan karya, akan tetapi karya yang bagaimana dulu, karya yang baik memang harus dikaji terlebih dahulu dengan menggunakan kajian linguistik, citraan, gaya Bahasa, dan kandungan pesannya, dan banyak unsur lainnya yang harus teratur, sehingga puisi nyaman untuk dibaca, memiliki metafora yang kuat. Di sinilah posisi puisi sebagai salah satu karya seni melalui media kata-kata.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Posisi seni bagi Marxis merupakan bagian dari “superstruktur” masyarakat yang menjamin situasi penguasaan satu kelas sosial atas kelas sosial lainnya yang dilihat sebagai sesuatu yang “natural” atau bahkan tidak terlihat sama sekali. Memahami kesusastraan berarti memahami keseluruhan proses sosial, dimana kesusastraan itu sendiri menjadi bagian darinya. Walau merupakan bagian dari superstruktur, kesusastraan atau puisi tidak sekadar cerminan pasif dari basis ekonomi.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Sudah jelas sekali, puisi memang hadir untuk masyarakat, salah satunya sebagai penambah seni yang secara estetika hadir sebagai bentuk yang secara “natural” tadi, menjadi bagian yang tak terpisahkan. Hanya saja orang awam mungkin tidak menyadarinya secara detil. Tetapi bagi orang yang menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Setidaknya bisa turut berpikir, dan memahami keadaan di lapangan tersebut.</div><div><br /></div><div>Kembali lagi dalam proses kepenyairan seseorang. Penyair hadir di tengah masyarakat melalui karyanya yang telah diakui secara berkala dan telah terakui. Sehingga karya-karya penyair tersebut bisa menjadi dasar atau penuntun dalam berkehidupan.&nbsp;&nbsp;</div><div><br /></div><div>Tentang ke-aku-an penyair. Saya berasumsi, bahwa penyair harus bisa hadir juga di media. Baik itu media cetak maupun daring dan tercetak juga di buku atau di koran atau majalah. Ini sangat penting. Keterlibatan penyair harus juga dekat dengan media publikasi. Jika tidak, siapa yang akan mengetahui karya kita.Siapa yang akan memandang karya kita, dan siapa yang akan belajar dari karya kita. Jika kita tidak menyelami media tersebut. selebihnya kita bisa mengedarkannya sendiri. Tentunya&nbsp; dengan kualitas karya yang baik. Sesuai dengan apa yang telah kita pelajari minimal mengenai kelembutan puisi itu sendiri. (Ihsan Subhan)</div><div><br /></div><div><b><i>*Jangan lupa! jika ingin copas tulisan di atas, mohon untuk menyertakan nama penulis dan sumbernya. Terima kasih.</i></b></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-81901280808266837942021-05-15T19:30:00.000+07:002021-05-15T19:30:07.659+07:00Sastra Digital Sebagai Gerakan Literasi bagi Khalayak<div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-LolLD90vV8E/YJ-8yjKoL9I/AAAAAAAAB-Y/AZg2dMobbh8xAhUWyYfZ9cnRiWoIe58cwCLcBGAsYHQ/s782/Ilustrasi%2BSastra%2BDigiital.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="392" data-original-width="782" src="https://1.bp.blogspot.com/-LolLD90vV8E/YJ-8yjKoL9I/AAAAAAAAB-Y/AZg2dMobbh8xAhUWyYfZ9cnRiWoIe58cwCLcBGAsYHQ/s16000/Ilustrasi%2BSastra%2BDigiital.jpg" /></a></div><br /><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><b><i><a href="https://www.sudutkerlip.com/search/label/esai">Esai</a> Sastra: oleh Ihsan Subhan&nbsp;</i></b></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Maraknya karya <b><a href="https://www.sudutkerlip.com/search/label/sastra" target="_blank">sastra</a></b> yang bertebaran di media sosial, telah memunculkan media baru yang lebih efisien dalam menerbitkan tulisan-tulisan kita yang ingin diperlihatkan atau dibaca orang banyak. Sebagai contoh, media sosial yang sering kita pakai, ialah facebook. Semua orang terhubung di facebook, dan kini lebih popular lagi ialah Instagram atau disingkat IG. Teks-teks sastra, seperti puisi, pantun, cerpen, bahkan novel banyak dipublish dalam bentuk teks bergambar atau juga tertulis tanpa gambar. <o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Hal ini sebenarnya tidak akan mengganggu perkembangan sastra murni yang sering kita temukan setiap seminggu sekali di Koran-koran harian. Sastra digital dan sastra cetak sebenarnya ada persaingan sengit diantara itu. Bagaimana tulisan seseorang lebih cepat berterima di masyarakat. Secara cultural, masyarakat kita cenderung masih menganggap bahwa sastra masih agak kaku untuk digauli. Padahal secara lisan, sastra sudah muncul dan teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, melalui cerita-cerita secara verbal yang disampaikan oleh orang tua kita, atau juga petuah-petuah yang sering diucapkan oleh guru-guru kita. Terkadang masyarakat masih memandang sastra secara sempit. Sastra yang dikenal hanya puisi dan baca puisi dalam setiap lomba di hari-hari besar nasional. <o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Banyak penulis, yang memiliki pengalaman bersastranya hanya mengandalkan media sosial, dan akhirnya mereka sukses juga membuat buku sastra dalam bentuk cetak. Kemungkinan dalam menulis, mereka tidak ingin mempersulit diri dalam berkarya atau menumpahkan segala apa yang ingin mereka tulis. Di Koran atau majalah cetak, biasanya penulis harus menunggu lama bahkan sampai tidak diterbitkan, banyak factor juga untuk alasan yang satu ini. Bisa saja redakturnya tidak menyukai karya mereka. Atau juga banyak yang mengirim, akhirnya dari banyaknya yang mengirim karya, harus dikurasi sesuai ketentuan-ketentuan secara teoritis dan juga selera redakturnya itu sendiri. <o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Akhirnya sebagai alternative, mereka memilih untuk memunculkan karya mereka sendiri dengan menerbitkannya di media sosial. Banyak juga yang menerbitkannya di blog pribadi bahkan website personal. Dengan demikian. Para penulis merasa lega, merasa puas, karena tulisannya minimal warganet ada yang membaca. <o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Tidak hanya dalam soal menulis. Soal membaca atau literaturnya mereka selalu mengandalkan ebook atau bacaan yang ada di mesin pencari google. Biasa selalu ada buku-buku elektronik di laman-laman sastra. Sehingga secara intelektualitasnya pun, bisa terisi dan teruji. Sebenarnya yang membedakannya adalah media. Jika sastra digital hadir di internet, tetapi sastra cetak, melalui media cetak, seperti Koran, majalah, dan buku. <o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Apapun kemasannya, yang harus kita tekankan adalah. Bagaimana sastra bisa lebih diperhatikan oleh semua kalangan. Dan melalui karya-karya sastra, bagaimana kehidupan kita terisi dengan baik dan estetis. Kembali kepada teori Teeuw, kata sastra mendapat akhiran ‘tra’ yang biasanya digunakan untuk menunjukkan alat atau sarana. Sehingga, sastra berarti alat untuk mengajar, buku petunjuk atau pengajaran. Sebuah kata lain yang juga diambil dari bahasa Sansekerta adalah kata pustaka yang secara luas berarti buku (Teeuw, 1984: 22-23).<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Oleh karena itu, jika hari ini ada istilah pergerakan sastra digital. Menurut penulis, justru ini adalah kesempatan kita dalam menerbitkan karya sastra kita secara digitalis. Akan tetapi tidak pula mengenyampingkan membaca dalam bentuk cetak. Selama sastra cetak masih bisa kita jamah dengan mudah. (Ihsan Subhan)</span></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US"><i>*Esai di atas merupakan tulisan esai oleh <a href="https://www.sudutkerlip.com/search/label/ihsan%20subhan">Ihsan Subhan</a> yang pernah dimuat di media cetak koran Hrian Waktu (2017)</i></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US"><i>foto: ilustrasi sastra digital via oerban.com</i></span></p>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-41394039782492558112021-05-13T00:32:00.002+07:002021-05-13T00:32:53.892+07:00Mudik Membludak dan Kebijakan Pemerintah yang Masih Lemah<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-yV3WXuLuOgQ/YJwQ-qEhjcI/AAAAAAAAB-Q/mkmx5dG-Gu0FcT-7ACP6ylNpO7MPwg98gCLcBGAsYHQ/s700/Ilustrasi%2BMudik.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Ilustrasi Mudik Lebaran" border="0" data-original-height="394" data-original-width="700" src="https://1.bp.blogspot.com/-yV3WXuLuOgQ/YJwQ-qEhjcI/AAAAAAAAB-Q/mkmx5dG-Gu0FcT-7ACP6ylNpO7MPwg98gCLcBGAsYHQ/s16000/Ilustrasi%2BMudik.jpeg" title="Ilustrasi Mudik Lebaran" /></a></div><br /><div><br /></div><div>Opini: Ihsan Subhan</div><div><br /></div>Pemerintah sudah menetapkan larangan mudik jelang hari raya Idul Fitri tahun 2021. Namun banyak yang masih kebingungan bahkan tidak perduli dengan larangan tersebut. Kemungkinan besar ketidakperdulian masyarakat dengan peraturan tersebut karena ada kebijakan pemerintah yang lain terkait diperbolehkannya masyarakat untuk melakukan kunjungan atau piknik atau berlibur ke tempat wisata di Indonesia.<div><br /></div><div>Nalar publik sejauh ini masih normal, sebab jika kita bandingkan antara berwisata dengan mudik, masih memiliki kesamaan, yaitu sama-sama melakukan perjalanan dan pertemuan. Perbedaannya hanya ada pada bentuk kata dan tempat saja.</div><div><br /></div><div>Kini jumlah pemudik yang melakukan perjalanan pulang ke kampung halamannya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bahkan sebelum Indonesia terkena serangan pandemi Covid-19 pun, aktivitas mudik selalu saja membludak.</div><div><br /></div><div>Perbedaannya cuma satu, aktivitas mudik tahun ini mungkin akan menguras pekerjaan pemerintah dalam menangani para pemudik, yaitu dengan melakukan pengecekan dan penjegalan. Apalagi jika si pemudik tersebut setelah diperiksa, ternyata positif terkena virus mematikan itu. Mungkin akan lebih sangat merepotkan sekali.</div><div><br /></div><div>Di beberapa perbatasan kota di seluruh Indonesia, penjagaan dan pengamanan para pemudik sangat ketat, dan tidak sedikit di jalur-jalur nasional dan jalan tol akan semakin menambah kemacetan yang dahsyat. Arus lalu lintas sudah tidak normal seperti biasa.</div><div><br /></div><div>Lalu bagaimana cara pemerintah dalam mengaplikasikan peraturan tentang larangan mudik? Sejauh ini, seperti yang kita lihat di berita-berita dan yang nampak oleh kasat mata. Para pemudik masih berjibaku dalam menuntaskan niat mudiknya, (meskipun) mereka tahu, mudik itu dilarang dan di lain cerita, satgas pengamanan yang bertugas pun, terlihat kewalahan mengatasinya, apalagi mereka yang bekerja tengah berpuasa.&nbsp;</div><div><br /></div><div>&nbsp;H-1 Lebaran adalah puncak arus mudik. Pemudik membludak di jalan-jalan kota. Trotoar jalan pun terkadang seperti menyatu dengan aspal. Pemudik yang mengenakan sepeda motor sudah tidak taat lagi terhadap peraturan lalu lintas.</div><div><br /></div><div>Kerumunan di tengah jalan kini seperti sungai manusia yang sedang mengalir pelan menuju hilir. Tidak perduli polisi atau pun tentara. Mereka hanya perduli dengan keluarga besarnya di tanah kelahiran. Yang mereka bayangkan adalah ingin segera memeluk erat keluarga mereka dengan penuh rasa bahagia sambil membuka bingkisan yang dibawa dari tempat kehidupan kedua mereka.</div><div><br /></div><div>Lalu bagaimana dengan sanksi atas tindakan para pemudik yang sudah terang-terangan melakukan perjalanan mudik? Apakah pemerintah akan menghukum para pemudik itu? Apakah pemerintah akan menindaklanjuti bagi pelanggar aturan?</div><div><br /></div><div>Saya rasa pemerintah akan acuh dengan mereka. Karena pemerintah masih labil, dan 'agak' ketakutan oleh rakyat yang sudah cerdas-cerdas dalam menanggapi kebijakan pemerintah. Pada akhirnya pemerintah akan malu sendiri dengan apa yang telah diputuskannya. Apalagi jika kita membanding-bandingkan dengan kebijakan pemerintah yang lain soal diperbolehkannya untuk berwisata.</div><div><br /></div><div>Inilah kelabilan pemerintah soal peraturannya yang tidak konsisten. Jika benar-benar ingin memutus rantai penyebaran Covid-19, maka tidak seharusnya juga tempat wisata dibuka. Sudah saja tegas jangan dibuka atau tutup saja sekalian. Termasuk mudik. Larangan mudik pun harsusnya tegas juga. Jika benar-benar dilarang, maka harus ada sanksi yang ketat.</div><div><br /></div><div>Ada lagi yang membuat saya heran. Pemerintah Indonesia ini memang lucu. Dikutip dari laman&nbsp;<i><b>korlantas.polri.go.id</b></i>&nbsp; bahwa "<b>Pemerintah melarang masyarakat pergi mudik Lebaran pada periode 6-17 Mei 2021 mendatang</b>. <b>Operator transportasi pun dilarang untuk beroperasi di periode tanggal tersebut", </b>dan himbauan tersebut ditegaskan kembali oleh Kepolisian RI.</div><div><br /></div><div>Sebenarnya, mau ada periode atau tidak ada periode penanggalan mudik. Para pemudik pun tetap akan mudik. Di setiap tanggal menjelang hari Lebaran itu sudah barang tentu, pasti akan banyak yang mudik. Kemacetan dan kerumumanan pun pasti akan terjadi, dan jumlah pemudik pun tetap akan banyak.</div><div><br /></div><div>Jadi saya rasa pemerintah membuat periodisasi mudik pun itu akan percuma. Jika memang tujuannya ingin mencegah klaster baru Covid-19. Ya, harus tegas dengan segala sanksinya. Meskipun memang ini akan sangat sulit juga diterapkan.</div><div><br /></div><div>Sebelumnya, saya pun sangat mengapresiasi Pemerintah dalam menyikapi persoalan negeri ini, termasuk soal penanganan Covid-19 melalu pencegahan mudik di hari raya Idul Fitri. Karena walau bagaimana pun, niat pemerintah sangatlah baik. Mereka ingin sekali angka penularan pandemi Covid-19 tidak naik lagi, bahkan ingin segera musnah, seperti yang kita harapkan juga. Berbagai tindakan pemerintah sejauh ini pun sudah berjalan baik, seperti program-program bantuan, pembentukan satgas Covid-19,&nbsp; Komite Pemulihan Ekonomi, vaksinasi, dan lainnya. Tindakan tersbut tidak saya pungkiri, bahwa pemerintah sudah melakukan hal yang terbaik untuk rakyatnya.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Satu lagi, kesimpulan saya atas perosalan mudik ini adalah cukup satu kalimat; <b>"Aturan pemerintah akan kalah dengan <i>culture </i>atau tradisi masyarakat." </b>(Ihsan Subhan)</div><div><br /></div><div>*Jangan lupa! jika ingin copas tulisan di atas, mohon untuk menyertakan nama penulis dan sumbernya. Terima kasih.</div><div><br /></div><div><br /></div><div><br /></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-57057818818419162322021-05-06T05:41:00.006+07:002021-05-06T05:47:10.098+07:00Puisi-puisi Ihsan Subhan di viva.co.id (Bahagia Ramadan, Kolak Rindu, Batal Puasa) <div><b><div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-2k5ZTTTl7i0/YJMdrZoJirI/AAAAAAAAB9Y/fEJx-xlhlJAUKcjouxM5OGpWmFRlzmY9QCLcBGAsYHQ/s640/Ilustrasi-Ramadan.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="360" data-original-width="640" src="https://1.bp.blogspot.com/-2k5ZTTTl7i0/YJMdrZoJirI/AAAAAAAAB9Y/fEJx-xlhlJAUKcjouxM5OGpWmFRlzmY9QCLcBGAsYHQ/s16000/Ilustrasi-Ramadan.jpg" /></a></div><br /></b></div><div><b><span style="font-size: medium;"><br /></span></b></div><div><b><span style="font-size: medium;">BAHAGIA RAMADAN</span></b></div><div><br /></div><div>Ramadan tetap bahagia</div><div>aroma percik kembang api</div><div>dan tetabuh bedug sering berbunyi</div><div>di televisi dan saluran youtube</div><div>marak dengan lagu islami</div><div>sholawat Rosul dan tadarus</div><div>berdengung penuh arti</div><div>ditambah kuliah-kuliah rohani</div><div>yang menggugah dan sejukan hati</div><div><br /></div><div>Ramadan tetap bahagia</div><div>di bulan April - Mei&nbsp;</div><div>waktu yang tak padam</div><div>menggali ketabahan dan kesabaran</div><div>ia jatuh di kepala</div><div>dan tunduk mengheningkan cipta</div><div>atas besarnya cinta&nbsp;</div><div>dari Yang Maha Kuasa</div><div><br /></div><div>Ramadan tetap bahagia</div><div>seorang Ibu giat memasak sahur&nbsp;</div><div>dan buka puasa</div><div>meski anak-anaknya&nbsp;</div><div>(mungkin) terlalu bosan</div><div>menyantap menu itu-itu saja</div><div><br /></div><div>Ramadan tetap bahagia</div><div>seorang ayah bekerja keras</div><div>sambil berpuasa</div><div>meski lelah menusuk tulang-tulangnya</div><div>berharap rizki yang didapat</div><div>selalu bermanfaat dan berkah&nbsp;</div><div>bagi keluarga dan semesta</div><div><br /></div><div>Ramadan tetap bahagia</div><div>anak-anak masih menyulut harapan</div><div>menantikan puncak kebahagiaan</div><div>di malam takbiran dan lebaran</div><div>yang dibungkus dengan senyum&nbsp;</div><div>paling istimewa</div><div>dan pakaian terbaik</div><div>tiada tandingan</div><div>lengkap dengan santapan khas</div><div>kue-kue dan ketupat-opor ayam</div><div><br /></div><div>Ramadan tetap bahagia</div><div>meski hanya sebulan lamanya</div><div><br /></div><div>Cianjur, Mei 2021</div><div><br /></div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: medium;">KOLAK RINDU</span></b></div><div><br /></div><div>Sudah dimakan manis-manis</div><div>sejak azan maghrib bersuara&nbsp;</div><div>di toa-toa masjid dan sirineu</div><div>ialah kolak pisang yang kami suka</div><div>dicampur candil kenyal</div><div>rasa manis ubi dan gula-gula</div><div><br /></div><div>kolak yang kami makan</div><div>lebih manis dari rindu seorang kekasih</div><div>yang sering berjanji akan segera bertemu</div><div>meski pandemi masih bertamu</div><div><br /></div><div>yang kami makan sebelum nasi disantap</div><div>ialah kolak bulan ramadan</div><div>bisa dibeli di jalan raya</div><div>atau dibuat langsung oleh perempuan tercinta</div><div><br /></div><div>dari manisnya kolak</div><div>kami temui rindu yang akan kembali pahit</div><div>jika ramadan berakhir</div><div>maka kami harus menunggu setahun penuh</div><div>untuk berjumpa lagi dengannya</div><div>itu pun bila kami masih diberi usia</div><div>oleh Tuhan Yang Maha Esa</div><div><br /></div><div>Cianjur, Mei 2021</div><div><br /></div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: medium;">BATAL PUASA</span></b></div><div><br /></div><div>mungkin puasaku batal di tengah jalan</div><div>karena membayangkan setumpuk menu hidangan</div><div>mungkin puasaku batal di tepi siang&nbsp;</div><div>karena bicaraku sering lepas bercanda</div><div>mungkin puasaku batal di dekat kekasih</div><div>karena dibius matanya yang menggoda</div><div>mungkin puasaku batal di tempat sepi</div><div>karena duduk diam malas bergegas</div><div>mungkin puasaku batal di perjalanan</div><div>karena mencium aroma harum jajanan</div><div>mungkin puasaku batal di rumah sahabat</div><div>karena mulut bercerita tentang tingkah kerabat</div><div>mungkin puasaku batal di kamar kecil</div><div>karena terlalu sering berkumur bermain air</div><div>mungkin puasaku batal di pasar dan toko pakaian</div><div>karena tak bisa menahan membeli segala keinginan</div><div>mungkin puasaku batal di tempat tidur</div><div>karena lupa diri nyenyak sampai maghrib</div><div>mungkin puasku batal di jalan pulang</div><div>karena tak sabar menahan kesal dalam kemacetan</div><div>mungkin puasaku batal di depan telepon genggam</div><div>karena membagikan foto sewaktu memberi santunan</div><div>mungkin puasaku batal di sebait puisi ini</div><div>karena serakah menulisi kejadian di bulan Ramadan</div><div><br /></div><div>Cianjur, Mei 2021</div><div><br /></div><div>---</div><div><a href="https://www.sudutkerlip.com/search/label/ihsan%20subhan">Ihsan Subhan</a>, merupakan penyair kelahiran Cianjur Jawa Barat. Menulis opini, esai, prosa, dan puisi</div><div>di berbagai media lokal dan nasional. Puisi-puisinya masuk ke dalam puluhan buku Antologi Puisi bersama sastrawan Indonesia dan Asia Tenggara. Buku puisi tunggal pertamanya bertajuk "Festival Cahaya" (2017). Kini masih bekerja sebagai jurnalis di salah satu media nasional di Jakarta.</div><div><br /></div><div>sumber: <b><a href="https://www.viva.co.id/vstory/sastra-vstory/1370016-puisi-puisi-bulan-ramadan">viva.co.id</a></b></div><div><i>foto: ilustrasi ramadan (minews)</i></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-12268475498847842212021-04-22T23:53:00.001+07:002021-04-23T00:21:34.040+07:00Ketika Larangan Mudik Sudah Dibidik Pemerintah, Maka Ini yang Akan Terjadi...<div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-4kk-yjXxx3s/YIGoCKNSTkI/AAAAAAAAB8c/f5mok9AU5xoBOFK2PYURuPgbaS5V1whDACLcBGAsYHQ/s620/images%2B%252842%2529.jpeg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="413" data-original-width="620" src="https://1.bp.blogspot.com/-4kk-yjXxx3s/YIGoCKNSTkI/AAAAAAAAB8c/f5mok9AU5xoBOFK2PYURuPgbaS5V1whDACLcBGAsYHQ/s320/images%2B%252842%2529.jpeg" width="320" /></a></div><br />Larangan mudik dari Pemerintah kini diperpanjang hingga Bulan Mei 2021. Sungguh kita dihadapkan dengan situasi yang dilematis. Antara melanggar aturan dan anjuran atau tetap diam di tempat?</div><div><div><br /></div><div>Kebanyakan orang, mudik memang sudah menjadi semacam budaya adiluhung di Indonesia. Kebiasaan sosial yang sudah berjalan dalam setiap tahunnya, menjelang hari raya besar keagamaan, seperti Lebaran atau Idul Fitri.</div><div><br /></div><div>Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), mudik berarti pergi atau kembali/pulang ke kampung halaman/balik. Tidak heran kata "mudik" sudah jadi hal biasa diucap oleh lidah orang Indonesia dengan gamblang, termasuk cara mengaplikasikan kata katanya.</div><div><br /></div><div>Misal, orang Sumatra yang bekerja di pulau Jawa, atau orang Jawa yang tinggal di Sumatra, orang Kalimantan yang menetap di Jawa, atau orang Jawa yang hijrah ke Kalimantan. Mereka tentunya masih meninggalkan jejak dan kenangan serta keluarga yang masih berada di tanah kelahiran mereka. Sehingga secara alami mereka pun ingin pulang.</div><div><br /></div><div>Tradisi mudik inilah yang masih melekat di jadwal hidup kita. Tanpa terkecuali, baik perempuan maupun laki laki, baik yang muda atau sudah tua. Yang punya banyak uang atau yang sedikit tabungannya. Kita selalu saja mudik.</div><div><br /></div><div>Mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Naik pesawat atau kapal laut. Naik bis atau pakai sepeda motor. Semua alat transportasi bergerak. Sampai kemacetan lalu lintas menjadi berita penting yang sering disiarkan di televisi atau media lainnya.</div><div><br /></div><div>Ada hati yang lapang, ada senyum sumringah, ada bahagia yang terpancar ketika melakukan perjalanan mudik, bahkan yang menarik, kita sering mempersiapkan diri mengemas oleh oleh untuk keluarga, tetangga, atau teman yang ada di kampung halaman.</div><div><br /></div><div>Sungguh mudik membawa makna yang indah bagi setiap orang di Indonesia. Betapa mudik, telah memberi kekuatan hingga lelahnya pun membawa berkah.</div><div><br /></div><div>Namun kembali lagi ke aturan Pemerintah, walau bagaimanapun kita sebagai warga RI yang baik, harus mematuhi aturan tersebut, demi berkurangnya angka penyebaran virus mematikan Covid-19.</div><div><br /></div><div>Di lain hal, banyak juga orang-orang yang memaksakan diri pergi mudik dengan riang, tetapi hati mungkin juga ada kekhawatiran.&nbsp;</div><div>Mereka, sebagian orang yang mudik itu tetap menjadi beban bagi aparat. Mulai dari pemeriksaan protokol kesehatan sampai dengan melakukan razia hasil rapid test Covid-19. Aparat sipil, harus lebih giat dan pro aktif dalam menanganinya.</div><div><br /></div><div>Mudik, kini lebih berharga dari baju lebaran, lebih enak dari ketupat lebaran, dan lebih indah dari sekedar berkomunikasi jarak jauh via telepon atau video call.</div><div><br /></div><div>Namun lagi lagi pemerintah masih melarangnya. Karena corona masih dianggap malapetaka bagi kita. Sebab wabah Covid-19 belum terhenti, meski sudah setahun lebih berkeliaran tanpa permisi di bumi pertiwi. (Ihsan Subhan)</div></div><div><br /></div><div>Sumber foto: ilustrasi mudik (sindonews)</div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-14364149976717586092021-04-21T23:14:00.004+07:002021-04-21T23:15:59.827+07:00Ramadan, Covid-19, dan Rindu yang Tak Terbalas<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-8uJsPXr6_RY/YIBOlsY1GpI/AAAAAAAAB78/6-XeuyP6Q7MLh8BR7qspldzDU3NWkBCBwCLcBGAsYHQ/s701/images%2B%252841%2529.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="437" data-original-width="701" src="https://1.bp.blogspot.com/-8uJsPXr6_RY/YIBOlsY1GpI/AAAAAAAAB78/6-XeuyP6Q7MLh8BR7qspldzDU3NWkBCBwCLcBGAsYHQ/s320/images%2B%252841%2529.jpeg" width="320" /></a></div><br /><div><br /></div>Ramadan sudah jalan Seminggu-an. Tetapi Covid-19 semakin mewabah. Angka kasus dari setiap pemberitaan di media, serta kabar dari pemerintah semakin bertambah. Entah karena banyaknya penduduk yang mengabaikan protokol kesehatan, atau memang ini karena corona begitu agresif dan liar?<div><div><br /></div><div>Entahlah, saya sebagai warga Indonesia sudah sangat bosan dengan segala pengertian dan pendapat orang orang tentang covid-19 ini. Namun meskipun demikian. Saya selalu waspada dengan segala kenyataan yang sudah sudah.</div><div><br /></div><div>Terlebih hari ini, kita tengah menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan. Di tahun ini justru tidak hanya keluarga yang sering kita gelisahkan, atas segala tekanan jarak yang harus diperhatikan dan perhitungkan. Tetapi juga persoalan ekonomi yang wajib dipikirkan, demi keberlangsungan hidup yang nyaman dan aman.</div><div><br /></div><h2 style="text-align: left;">Tentang Kerinduan</h2><div><br /></div><div>Rindu dengan segala definisi dari perspektif setiap orang tentunya tidak lagi menjadi hal asing buat kita.</div><div><br /></div><div>Bagi kebanyakan orang yang dirinya tengah mengarungi kehidupan dan berjibaku mencari nafkah yang jauh dari asal tempat tinggalnya, kini sulit untuk bisa balik atau mudik. Apalagi seminggu menjelang hari raya lebaran.</div><div><br /></div><div>Orang-orang berusaha keras menahan rindunya untuk tidak mudik ke kampung halaman. Orang-orang berupaya menelan pahit rindunya untuk tidak pulang memeluk keluarganya, dan orang-orang kini harus belajar mengasuh rindunya karena ketidakpastian untuk berjumpa dengan sesiapa yang spesial di tanah kelahirannya.</div><div><br /></div><div>Ini seperti ujian yang berat, dalam mengatasi soal-soal matematika, atau serupa membuat cerita kehidupan yang banyak menuangkan doa doa dan harapan.</div><div><br /></div><div>Maka, saat ini tidak ada jalan lain untuk kita memusnahkan dahaga rindu kepada orang-orang yang kita sayang. Kecuali dengan memasak kesabaran menjadi kue ketabahan.</div><div><br /></div><div>Selain itu kita pun hanya sekedar bisa menemui mereka melalui sambungan video call atau voice call, yang batasannya kita tidak bisa bersentuhan dan tidak bisa saling mencium aroma yang sama.</div><div><br /></div><div>Sebenarnya, jika dipikir-pikir sungguh sangat mengerikan dan memilukan. Belum lagi keterbatasan kuota internet yang dipakai. Namun inilah kenyataannya di era digital, di zamannya TI sedang berjalan.</div><div><br /></div><div>Rindu itu bisa dibawa ringan, bisa pula dibawa berat. Tapi tetap saja dua duanya mengalami kerinduan. Meskipun rindu itu ada kadarnya. Tetap saja masih bernama "Rindu". (Ihsan Subhan)&nbsp;</div><div><br /></div><div>sumber foto: kuasakata.com</div><div><br /></div><div><br /></div><div><br /></div><div>&nbsp;</div></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-48598227720412740142021-04-06T20:24:00.001+07:002021-04-06T20:24:06.899+07:00Kuda Putih Umbu Landu Paranggi dan Kepergian yang Melankolis<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-cFrFcyjnaXQ/YGxgfVST78I/AAAAAAAAB68/Zt5jY7_kpwYnLLHvSmlAKMZDOIfmSmiyQCLcBGAsYHQ/s696/Umbu%2BLandu%2BParanggi.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="464" data-original-width="696" src="https://1.bp.blogspot.com/-cFrFcyjnaXQ/YGxgfVST78I/AAAAAAAAB68/Zt5jY7_kpwYnLLHvSmlAKMZDOIfmSmiyQCLcBGAsYHQ/s16000/Umbu%2BLandu%2BParanggi.jpeg" /></a></div><br /><div><br /></div>Dikabarkan sastrawan Indonesia Umbu Landu Paringgi telah pergi meninggalkan dunia, Selasa dini hari (6/4/2021) pukul 03.55 WITA di Rumah Sakit Daerah Bali Mandara. Tentunya saya sebagai penulis merasa kehilangan beliau. Ditambah dulu beliau sempat membaca puisi saya via surel, sampai pada akhirnya puisi yang saya kirim kepada Pak Umbu diterbitkan juga di koran Bali Post.<div><br /></div><div>Menyimak perjalanan kepenyairan beliau di Negeri Indonesia ini, beliau sangatlah apik menulis puisi-puisi beragam tema, terutama tema yang saya sukai adalah ketika Pak Umbu menulis puisi tentang metafora kehidupan, yang secara puitis ditulis dalam banyak judul puisi. Salah satunya ialah puisi bertajuk "Kuda Putih".</div><div><br /></div><div><i>Kuda Putih</i></div><div><i><br /></i></div><center style="border: 0px; box-sizing: border-box; font-family: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"><i>kuda putih yang meringkik dalam sajak-sajakku</i></center><center style="border: 0px; box-sizing: border-box; font-family: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"><i>merasuki basabisik kantong peluh rahasiaku</i></center><center style="border: 0px; box-sizing: border-box; font-family: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"><i>diam diam kupacu terus ini binatang cintaku</i></center><center style="border: 0px; box-sizing: border-box; font-family: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"><i>dengan cambuk tali anganan dari padang padangku</i></center><center style="border: 0px; box-sizing: border-box; font-family: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"><i><br style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 15px; margin: 0px; padding: 0px;" /></i></center><center style="border: 0px; box-sizing: border-box; font-family: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"><span style="background-color: white; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: x-small; text-align: right;"><i>Sumber: Majalah Kolong No.3 Th. I/1996</i></span></center><div><i>&nbsp;</i></div><div>Puisi berjenis liris ini, banyak disukai oleh kalangan penyair dan musisi, terlebih disukai juga oleh para pelajar yang baru mengenal musikalisasi puisi. Mereka sering berkarya membuat sebuah lagu dari larik-larik puisi Kuda Putihnya Pak Umbu.</div><div><br /></div><div>Seorang penyair Tan Lioe Ie contohnya, ia sering menggunakan puisi Pak Umbu, terutama "Kuda Putih" untuk diadaptasikan ke dalam bentuk Musikalisasi Puisi.</div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: medium;">Kekuatan Puisi Liris</span></b></div><div><br /></div><div>Puisi Liris pada dasarnya dibentuk secara apik menggunakan diksi-diksi yang liris. Artinya, pilihan kata-kata yang dibangun adalah kata-kata terpilih dengan menggunakan bunyi kata atau rima. Tidak hanya itu, bentuk puisi liris pun, bisa dibuat dengan menggunakan metode penulis puisi yang disebut "Aliterasi dan Asonansi".</div><div><br /></div><div>Puisi yang baik tentunya harus didasari dengan gagasan atau ide pemikiran yang bisia membangun puisi tersebut menjadi lebih kuat secara pemaknaan, dan rima bagi saya adalah alat untuk memperindah kata agar terbaca merdu.</div><div><br /></div><div>Nah, pak Umbu Landu Paranggi ini satu dari banyaknya penyair yang konsen membuat puisi-puisi liris. seperti puisi yang sudah saya contohkan tadi yaitu "Kuda Putih"</div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: medium;">Unsur Intrinsik Kuda Putih</span></b></div><div><br /></div><div>Kuda Putih merupakan judul puisi Pak Umbu Landu Paranggi yang saya yakini dibuat dengan teliti dan seapik mungkin. Dari judul saja pak Umbu sudah bisa membuat rasa dan imajinasi kita terbayang pada bentuk kuda berwarna putih, yang pada umumnya kuda berwarna putih itu banyak disukai oleh masyarakat.</div><div><br /></div><div>Kenapa pak Umbu tidak menulis 'Kuda Hitam'? Karena simbol yang dituangkan di sana memang menjurus kepada hal-hal kebaikan, bisa saja karena lebih suci, lebih agung, lebih berarti, lebih romantis, dan lain sebagainya.</div><div><br /></div><div>Secara bunyi puitik yang dihasilkan dalam judul tersebut, sudah bisa dikatakan sangat indah didengar. Di 'Kuda Putih' ada dua huruf '<i>u'</i> dalam dua kata. jika disebut tentunya akan menghasilkan nada asonansi atau pengulangan bunyi huruf vokal.</div><div><br /></div><div>Tidak hanya itu, baris pertama sampai baris terakhir pun, memiliki rima yang indah, yang dengan nyamannya bila diucapkan akan sangat renyah dan merdu. Terlebih umbu dengan sengaja memilih diksi lebih banyak aliterasinya, yaitu bunyi konsonan lebih didominasi dalam setiap barisnya.</div><div><br /></div><div>Contohnya, kalimat "<i style="text-align: justify;">kuda putih yang meringkik dalam sajak-sajakku", </i><span style="text-align: justify;">jika diamati, puisi baris pertama sangat dominan dengan huruf konsonan, di sana terdapat <i>enam </i>huruf <i>'k'.</i></span></div><div><span style="text-align: justify;"><i><br /></i></span></div><div style="text-align: justify;">Kembali ke puisi liris, tadi sudah dikatakan, bahwa puisi liris pun tidak boleh melupakan kekuatan isi, atau pesan, dan atau pemaknaan puisi di dalamnya. Puisi "Kuda Putih", jika dideskripsikan, puisi ini memiliki sarat pesan moral yang kuat. Umbu bercerita tentang kuda putih yang gagah dengan ringkikannya, dan menjelma jadi sajak yang indah.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><i>"kuda putih yang meringkik dalam sajak-sajakku"</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Sudah kita ketahui bahwa sajak selalu saja membuat perasaan kita jadi melankolis dan indah. Ini adalah bentuk kecintaan umbu terhadap sajak ataupun puisi yang sering ia tulis sebagai penyair.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><i>"merasuki basabisik kantong peluh rahasiaku"</i></div><div style="text-align: justify;"><i><br /></i></div><div style="text-align: justify;">Dan kuda putih yang tadi meringkik telah merasuk sampai ke lubang semacam peluh yang dipenuhi rahasia Umbu. Entah apa yang ia rahasiakan, namun kita bisa menebaknya (mungkin) di baris ketiga.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><i>"diam diam kupacu terus ini binatang cintaku"</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Sangat disengaja, ada hal yang ia pacu (mungkin) rahasianya tadi, yang sudah gamblang disebut "binatang cintaku". Binatang kecintaannya, yang ia sebut adalah kuda putih tadi. Tapi bisa saja, makna lain dari <i>'binatang cintaku' </i>adalah semacam metafora untuk ketidakwarasan dalam sebuah cinta, yang tekadang serupa binatang, tetapi masih kuat dengan kuda yang ia sebut dalam bait sebelumnya atau dalam judul, apalagi yang digambarkan adalah kuda putih Kuda fenomenal yang banyak disukai karena warna putihnya menawan.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">"<i>dengan cambuk tali anganan dari padang padangku"</i></div><div style="text-align: justify;"><i><br /></i></div><div style="text-align: justify;">Nah ini, sebuah resolusi yang sangat mengena. Bahwa hal-hal yang ternyata dipakai oleh kuda pada umumnya, dalam resolusi puisinya atau di akhir baris puisinya. Kita membayangkan sebuah cambuk yang seperti tali atau juga 'cambuk tali' yang maknanya cambuk seperti tali, dan ditambah anganan, jadi membuat kesan dramatis. dan selanjutnya "...padang padangku", ialah metafora tempat yang memiliki kesan begitu luas, dan penuh tantangan.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Bayangkan saja jika kita berada di padang-padang, baik itu padang pasir, padang rumput, hal yang kita tangkap adakah tempat yang luas.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b><span style="font-size: medium;">Penutup</span></b></div><div style="text-align: justify;"><i><br /></i></div><div style="text-align: justify;">Sebenarnya saya ini ingin membahas kepribadian seorang umbu, dari berbagai sumber yang saya tahu, bahkan mungkin dari kawan saya juga yang kebetulan sempat menjadi, bisa dikatakan asistennya pak Umbu.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Dikarenakan waktu yang betapa singkatnya. Maka tulisan saya ini,, agak lebih menyempit ke analisis sebuah puisi. hehe.. Maaf ya. :)</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Meski demikian, di tulisan ini juga, saya hanya ingin menegaskan kembali. Bahwa Pak Umbu Landu Paranggi adalah master perpuisian di Indonesia. Ia memiliki karya yang sangat luar biasa, dan saya pun jadi tertarik ingin mengupas karya beliau lagi secara detil.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Ada lagi puisi yang saya suka dari Pak Umbu ini, adalah "Sajak Kecil&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Sajak Kecil</b></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">(1)</div><div style="text-align: justify;">dengan mencintai</div><div style="text-align: justify;">puisi-puisi ini</div><div style="text-align: justify;">sukma dari sukmaku</div><div style="text-align: justify;">terbukalah medan laga</div><div style="text-align: justify;">sekaligus kubu</div><div style="text-align: justify;">hidup takkan pernah aman</div><div style="text-align: justify;">kapan dan di mana pun</div><div style="text-align: justify;">selamanya terancam bahaya</div><div style="text-align: justify;">dan kebenaran sunyi itu</div><div style="text-align: justify;">penawar duka bersahaja</div><div style="text-align: justify;">...</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Mudah mudahan di kesempatan selanjutnya saya bisa membuat esai khusus tentang karya-karya beliau. Amin. Sekali lagi untuk kesempurnaan beliau di alam keabadian sana, mari kita berdoa; Semoga beliau ditempatkan di surgaNya. Amin. (Ihsan Subhan)</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Sumber foto: Bali Post</div><div style="text-align: justify;">NB: Jika ada yang ingin copy-paste, silahkan cantumkan sumber dan nama penulisnya! Terima kasih.&nbsp;</div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-69190215112416386512021-04-04T22:54:00.005+07:002021-06-13T09:49:14.100+07:00Memaknai Dibalik Kutipan Arnold Schwarzenegger "Bagaimana Waktu Telah Berubah"<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-HDfYS04PYV8/YGnf4kZMboI/AAAAAAAAB6g/JPGZ8eD4g2MMSyu1WEwp_W1qtn0ezmrvwCLcBGAsYHQ/s1200/Arnold%2BSchwacnegger.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Arnold Schwarzenegger" border="0" data-original-height="800" data-original-width="1200" src="https://1.bp.blogspot.com/-HDfYS04PYV8/YGnf4kZMboI/AAAAAAAAB6g/JPGZ8eD4g2MMSyu1WEwp_W1qtn0ezmrvwCLcBGAsYHQ/s16000/Arnold%2BSchwacnegger.jpg" title="Arnold Schwarzenegger" /></a></div><br /><div><br /></div>Waktu telah berubah, bukan tajuk seperti biasanya, bukan juga berisi curhatan pada akhirnya. Bukan pula puisi pop remaja yang seolah seorang pacar telah berpikir ingin berpisah. Namun ini hanya catatan ringan yang sengaja saya tulis karena tengah melihat fenomena kehidupan dari seseorang yang amat sangat terkenal seantero perfilman dunia, bahkan ketika ia naik daun, ia pernah menjadi orang nomor satu di California, United States.<div><br /></div><div>Ya. Ia adalah <b>Arnold Schwarzenegger</b>, seorang aktor Hollywood yang banyak memiliki peran penting di film laga Amerika Serikat, dan sering terpilih sebagai aktor terbaik di penghargaan Film Hollywood. Publik pun sering menyebutnya dengan Arnold 'Terminator', karena FIlm yang sangat terkenal dimainkan olehnya adalah 'Terminator', hingga ada beberapa seri dibuat untuk film tersebut.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Karirnya sebagai aktor sudah terbukti dari tahun 1970 dengan judul fim <i>'Hercules in New York'</i>, hingga tahun 2017, ia pun bermain di film <i>'Why We're Killing Gunther'</i>&nbsp; bersama aktor muda Paul Brittain.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Di era kesuksesannya sebagai bintang film, pada tahun 2003, Arnold pernah mencalonkan diri dari Partai Republik sebagai calon Gubernur California, sampai pada akhirnya terpilih dan menjabat menjadi seorang Gubernur hingga tahun 2011.</div><div><br /></div><div>Namun 'waktu telah berubah', kini kondisi Arnold sudah tidak lagi menjabat sebagai apa-apa. Kini ia hanya seorang pensiunan Gubernur, sesekali menjadi tamu sebagai pembicara dalam sebuah seminar atau talk show, dan beliau sering juga muncul di twitter sekedar membuat video pendek dan berbicara menanggapi isu-isu yang berkembang di negaranya dan dunia.</div><div><br /></div><div>Saya memantau kehidupan Arnold di usianya yang ke-73 ini, masih selalu aktif di media sosial. Terakhir ia bercerita tentang wabah Covid-19 dan Vaksinasi, hingga anaknya yang sekarang bernama Patrick Schwarzenegger, dikabarkan tengah masuk ke dunia entertainment. Dikabarkan pada akhir tahun 2020, anaknya sempat menjadi pengawal artis Paris Hilton, dan menurut saya itu sangat keren. Karena, ia tidak mengandalkan atau memanfaatkan orang tuanya yang notabene adalah aktor dan juga politikus ternama, untuk eksis di dunia hiburan.</div><div><br /></div><div>Selain itu, pernah viral tentang kabar dari berbagai media bahkan sampai ditulis di media Pakistan dailypakistan.com.pk, edisi 21 Agustus 2017. Bahwa Arnold&nbsp;Schwarzenegger, pernah mengunggah foto ke media sosial, tentang dirinya yang sedang tidur di depan hotel di California, tepatnya tidur di bawah patung perunggu binaragawan dengan nama "Arnold".</div><div><br /></div><div>Konon patung tersebut adalah pertanda diresmikannya hotel tersebut oleh Arnold pada waktu ia menjabat sebagai Gubernur di California.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Ada hal yang membuat saya menarik sekaligus janggal dari aksi Arnold tidur di depan hotel. Ia bukan sekedar tidur biasa. Tetapi ia sedang mengkritisi atau membuat perhatian publik dengan pesan yang ia sampaikan dengan caption "How Times Have Changed" di instagram.</div><div><br /></div><div>Lalu dengan adanya kabar tersebut, setelah saya telusuri, ternyata kabar yang beredar tentang Arnold yang tidur di bawah patung itu atau di depan hotel itu adalah hoax. Ternyata Arnold hanya melakukan aksi sekedar untuk bercanda. Bahkan dari kabar yang beredar ia tidur di sana, karena ditolak oleh pihak hotel pun adalah kabar palsu.</div><div><br /></div><div>Media <i>mainstream </i>Kumparan pernah membuat berita tentang kabar hoaz tersebut.(25/8/2017). Dikutip dari kumparan, memang pada tahun 2016 Arnlod pernah mengunggah fotonya yang sedang tidur di instagram. Namun, ia bukan tidur di depan hotel. Tetapi ia tidur di depan gedung Greater Columbus Convention Center, dengan sengaja berpura-pura tidur.</div><div><br /></div><div>Satu hal lagi yang menarik dari kabar hoax itu, yang sampai sekarang sulit untuk ditemukan siapa yang pertama kali menyebar hoax tesebut. Bahwa meskipun Arnlod hanya membuat kutipan "How Times Have Changed", kepala saya berpikir tentang makna lain yang terselubung.</div><div><br /></div><div>Bagaimana Waktu Telah Berubah, merupakan rangkain kalimat tanya yang apik, dibuat berdasarkan pemikiran seorang Arnlod yang mengalami perubahan, karena ia semakin menua, karena ia sudah tidak lagi menjadi pemimpin di Provinsinya. Bawa ia sudah melalui berbagai macam peristiwa dan waktu yang sangat ia hargai.</div><div><br /></div><div>Bagaimana waktu telah berubah? jika muncul pertanyaan tersebut, maka otak saya pun merespon hal-hal yang pernah saya alami di belakang. Tidak hanya itu, kita pun pasti akan merenung, betapa singkatnya waktu dan cepat untuk berubah, dan mengenang kejadian-kejadian penting yang kita syukuri, atau bahkan mengenang hal-hal yang pernah kita sesali.</div><div><br /></div><div>Betapa waktu sungguh tak terasa berlalu, lalu bagaimana dengan masa depan kita, yang belum tergapai? jawabannya ada pada diri masing-masing. Jika tersadar, maka bergegaslah untuk melakukan sesuatu yang konsisten dan bekerja keras untuk meraihnya. (Ihsan Subhan)</div><div><br /></div><div>Sumber foto: Instagram: Arnold Schwarzenegger</div><div><i>NB: Jika ada yang ingin copy-paste, silahkan cantumkan sumber dan nama penulisnya! Terima kasih.</i>&nbsp;</div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-58662967190079584592021-03-31T19:44:00.002+07:002021-03-31T19:49:10.197+07:00Sangat Mudah, Ini Cara Blog Bisa Cepat Diterima di Google Adsense 2021 <table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-UlmZx-xKgIw/YGRtrbMpk1I/AAAAAAAAB5c/Dk1GloW27g4T9wYnouuU4e0xATjUT2SwQCLcBGAsYHQ/s751/Google%2Badsense.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><img border="0" data-original-height="501" data-original-width="751" src="https://1.bp.blogspot.com/-UlmZx-xKgIw/YGRtrbMpk1I/AAAAAAAAB5c/Dk1GloW27g4T9wYnouuU4e0xATjUT2SwQCLcBGAsYHQ/s16000/Google%2Badsense.jpeg" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;"><span style="font-size: x-small;">ilustrasi google adsense (wibloog)</span></td></tr></tbody></table><div><br /></div>Bagi seorang blogger, mempunyai laman blog yang diisi dengan konten-konten menarik dan inspiratif atau membuat orang betah berkunjung adalah impian yang sudah terpenuhi oleh setiap blogger. Namun akan terasa hambar dan kurang lengkap, jika blog yang bagus tersebut belum atau tidak dimonetisasi dengan perusahaan periklanan.<div><br /></div><div>Nah, jika kamu membaca artikel ini, saya ucapkan "Selamat"!. hehe. Karena di sini saya hanya ingin berbagi kiat atas pengalaman yang sudah belasan tahun menggeluti dunia blog dan periklanan. (Cie... Sombong amat!) :)</div><div><br /></div><div>Perusahaan periklanan Raksasa seantero jagat maya yang masih tetap unggul nomor satu adalah Google Adsense (GA), termasuk sebagian besar publisher mengakuinya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Kelebihannya, bayaran di GA sangat besar, CPC, CPA, dan CPM sangat tinggi, belum lagi iklan-iklannya yang sangat responsif dan menarik, serta mudah digunakan. dan kekurangan GA adalah, terlalu banyak syarat. ribet, rumit, jlimet, dan lain sebagainya, dari urusan registrasi sampai penayangan iklannya dipenuhi dengan berbagai macam aturan. Saya sendiri sebenarnya kurang memperhatikan aturan-aturan itu, tapi mau gak mau jika ingin lanjut bermitra dengan GA, maka kita harus mematuhinya.</div><div><br /></div><div>Sebenarnya jika saya tarik kesimpulan untuk memonetisasi blog di Google Adsense itu sangat mudah. Kenapa mudah? karena memang mudah, yang sulit itu biasanya melupakan mantan. hahaha :)</div><div><br /></div><div>Lanjut, Ini 3 Hal yang harus kita perhatikan sebelum mendaftarkan diri ke <b>Google Adsense</b></div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: medium;">1. Konten Blog harus Tulisan Sendiri, Meski Tulisannya Kurang Berbobot</span></b></div><div><br /></div><div>Ini yang paling utama yang harus dilakukan blogger. Google sangat tertarik dengan artikel-artikel yang berbobot dan berpotensi untuk dibaca oleh publik. Tulisan yang kamu tulis pun harus orisinil buatan sendiri. Jika dibandingkan lebih baik mana? Tulisan yang berbobot tapi hasil copas atau tulisan ori namun tidak berbobot. Maka menurut saya lebih baik kita pilih tulisan yang asli.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Persoalan berbobot atau tidak itu nanti kamu sendiri yang sebisa mungkin untuk campaign tulisan yang kurang berbobot itu. Yang terpenting adalah, meski tulisanmu kurang bagus secara topik dan EYD, namun google pun tahu, bahwa kamu adalah penulis yang rajin dari ide dan pemikiranmu sendiri.</div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: medium;">2. Buatlah Minimal 20 Artikel</span></b></div><div><b><br /></b></div><div>Menulislah dengan membuat 20 artikel baik dengan beragam kategori, atau satu kategori yang sesuai dengan kemampuanmu dalam bidang atau kategori tersebut.</div><div><br /></div><div>Misal, dalam 20 Artikel itu, kita bisa membagi 4 kategori; Contohnya jika Niche blog kita tentang seputar teknologi, kita bisa membuatu kategori seperti;&nbsp;</div><div><br /></div><div>(1) Komputer</div><div>(2) SmartPhone</div><div>(3) Android</div><div>(4) Internet</div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: medium;">3. Blog Harus Memuat halaman informasi</span></b></div><div><br /></div><div>Halaman informasi blog yang saya maksud adalah; halaman yang memuat tentang informasi blog kita. Misal;&nbsp;</div><div><br /></div><div>(1) Tentang/About</div><div>(2) Kontak/contact</div><div>(3) Sitemap</div><div>(4) Kebijakan Privasi/ Privacy Policy</div><div><br /></div><div><span style="font-size: medium;"><b>Penutup</b></span></div><div><br /></div><div>Tampaknya hanya itu saran dari saya, Jika ketiga hal di atas sudah dilakukan, maka silahkan ajukan atau daftarkan blognya ke google adsense. Terlepas website kita belum beralih ke domain TLD, ajukan saja. penilaian google tidak memberatkan ke persoalan blog dengan memakain domain TLD atau tidak. Yang penting blogmu berkualitas. Selain ketiga hal di atas, jangan lupa juga sering sering share artikelmu di media sosial ya.</div><div><br /></div><div>Satu hal lagi, hampir lupa. Pertimbangkan juga usia blog ya. Minimal usia blognya sudah mencapai dua bulan lebih. Jika kurang dari dua bulan kamu usulkan, niscaya kecil kemungkinan akan diterima.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Bagi yang kurang jelas dan tidak saya ulas di sini, namun masih berkaitan dengan artikel di atas, silahkan corat-coret komentar di bawah saja ya.</div><div><br /></div><div><i>NB: yang mau COPAS jangan lupa cantumkan nama penulis dan sumbernya ya</i></div><div><b>Keep Bloging and Fight! </b>(Ihsan Subhan)</div><div><br /></div><div>&nbsp; &nbsp;</div><div>&nbsp;&nbsp;</div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-34078944040659942782021-03-28T00:20:00.001+07:002021-03-28T00:20:27.750+07:00Kenapa Harus Membuat Blog? Ini Alasannya...<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-aq0xgiTRTbE/YF9oa9CnGcI/AAAAAAAAB4w/wNIvH4nsN1Yjyhs3l-KOcUGMGBeQcnBuwCLcBGAsYHQ/s700/Ilustrasi%2BBlog.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="420" data-original-width="700" src="https://1.bp.blogspot.com/-aq0xgiTRTbE/YF9oa9CnGcI/AAAAAAAAB4w/wNIvH4nsN1Yjyhs3l-KOcUGMGBeQcnBuwCLcBGAsYHQ/s16000/Ilustrasi%2BBlog.jpg" /></a></div><br /><div><br /></div>Di zaman yang canggih ini, sejarah akan tersimpan secara virtual. Terbukti banyak sekali platform media sosial yang sebagian besar dibuat untuk menuliskan sebuah kenangan. Bukan hanya itu, media sosial berfungsi juga sebagai pasar yang efektif.<div><br /></div><div>Terlepas dari apa yang kita inginkan untuk dijadikan noted yang mudah untuk disimpan, dipublikasikan, dan dibuka kembali hanya untuk mengingat kembali peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi secara tertulis dan visual.</div><div><br /></div><div>Pengguna internet yang mengakses dan memanfaatkan media sosial di dunia sungguh sangat besar, bahkan warga +62 menjadi sorotan dunia, terkait pengguna media sosial terbanyak versi kementrian Informasi dan Komunikasi (Infokom) RI. dikutip dari situs <i>kominfo.go.id,&nbsp;</i>telah mencatat ada 63 juta orang pengguna Internet di Indonesia.</div><div><br /></div><div>Namun yang saya amati pengguna internet ini, adalah yang orang-orang yang sering mengakses media sosial seperti facebook, instagram, twitter, tiktok, dan lainnya.</div><div><br /></div><div>Bagi saya, jika pertimbangan kita adalah ingin menuliskan sebuah kenangan atau mencatat hal-hal yang menarik, atau bisa juga menyimpan dan mengungkapkan curahan hatinya. Solusi yang terbaik menurut saya adalah membuat blog.</div><div><br /></div><div>Tentu saja membuat blog itu sangat bermanfaat. Apalagi bagi orang-orang yang hobi sekali menulis. Apapun bentuk tulisannya, dengan memiliki blog, kita bisa sangat nyaman sekali untuk menuangkan gagasan pemikiran kita terhadap tulisan.</div><div><br /></div><div>Banyak orang memanfaatkan blog, baik itu platform berjenis wordpress, blogspot, drupal, blog, dan lainnya, yang memang disajikan secara gratis, untuk membuat konten tulisan baik kepentingannya untuk pribadi atau juga untuk publik.</div><div><br /></div><div>Tetapi mau tidak mau, sebenarnya ketika kita menulis di blog, sudah tentu juga fasilitas ini merupakan wadah publik, bahkan bisa diakses ke seluruh dunia.</div><div><br /></div><div>Sekedar sharing tentang blog. Saya menulis di blog dari tahun 2009, sampai sekarang saya masih interest menulis di blog. Ya, meski banyak juga bolong-bolongnya menulis. Bahkan sempat dalam satu tahun tidak menulis di blog.</div><div><br /></div><div>Meski saya tidak menulis di blog pribadi saya, sebenarnya saya sering menulis di beberapa website komersil yang saya buat. Tetapi mungkin tulisannya lebih kepada karya jurnalistik murni.</div><div><br /></div><div>Mau tidak mau saya harus menulis, karena menulis sudah menjadi matapencaharian saya. Intinya saya bisa hidup dan menghidupi keluarga dengan kerja keras saya sebagai penulis.</div><div><br /></div><div>Jadi, kembali ke tajuk tulisan ini. Kenapa kita harus membuat blog atau menulis di blog? Jawabannya karena selain yang saya deskripsikan di atas, membuat dan menulis di blog itu, seperti kita sedang menulis sejarah bagi diri kita. Unsur-unsur eksternal dan internal dalam tulisan yang kita tulis, bisa dibuat sebagai kenangan yang unik dan berkelas. hehe. Artinya suatu saat, jika perusahaan platformnya masih kuat berdiri. Maka kita masih bisa mengaksesnya tanpa batas. (Ihsan Subhan)</div><div><br /></div><div><i>sumber foto: kotabaweb</i></div><div><i>*Jika ingin CoPas, diwajibkan cantumkan sumber dan nama penulisnya ya. Terima kasih.</i></div><div><i><br /></i></div><div><br /></div><div>&nbsp;&nbsp;</div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-21885450166867622012021-02-27T01:26:00.002+07:002021-02-27T01:26:30.980+07:00Jika Kamu Lolos di Gelombang 12 Program Kartu Prakerja<div><b><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-0bp4yvCfpr0/YDk8ryPijII/AAAAAAAAB34/NP9leLs68U0tyWIgv2X9Hql6Gw3nkMRQACLcBGAsYHQ/s1024/kartu-prakerja.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="535" data-original-width="1024" height="356" src="https://1.bp.blogspot.com/-0bp4yvCfpr0/YDk8ryPijII/AAAAAAAAB34/NP9leLs68U0tyWIgv2X9Hql6Gw3nkMRQACLcBGAsYHQ/w682-h356/kartu-prakerja.jpg" width="682" /></a></div><br /><span style="color: #6fa8dc;"><br /></span></b></div><b><span style="color: #6fa8dc;">sudutkerlip </span></b>- Jika kamu lolos di Gelombang 12 Program Kartu Prakerja, maka di menu dashboard akun prakerja kamu akan ada menu-menu yang di dalamnya akan berbeda dengan yang tidak lolos.<div><br /></div><div>Menu yang bertuliskan 'dashboard' itu adalah menu yang akan menampilkan beberapa sub menu lainnya. Di sana akan ada sub menu atau tab; Nomor Kartu Prakerja, Saldo Pelatihan, Sertifikat, dan Rekening. Berikut ini saya deskripsikan satu-persatu.</div><div><br /></div><table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-x48hDIgsOLI/YDk7u3ufGXI/AAAAAAAAB3w/Juf5EfDT6V84BZ9t1PR2RhQlL6SNVreQACLcBGAsYHQ/s1366/Interface%2Bdashboard%2Bprakerja.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"><img border="0" data-original-height="702" data-original-width="1366" height="352" src="https://1.bp.blogspot.com/-x48hDIgsOLI/YDk7u3ufGXI/AAAAAAAAB3w/Juf5EfDT6V84BZ9t1PR2RhQlL6SNVreQACLcBGAsYHQ/w684-h352/Interface%2Bdashboard%2Bprakerja.jpg" width="684" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;"><span style="font-size: x-small;">Tangkapan Layar Dashboard Menu Akun Kartu Prakerja (sudutkerlip)</span></td></tr></tbody></table><br /><div><br /></div><div><br /></div><div><span style="font-size: large;"><b>Nomor Kartu Prakerja</b>&nbsp;</span></div><div>merupakan nomor unik pemegang kartu yang dikeluarkan secara legal oleh pemerintah. Ini semacam nomor pendaftaran kamu, bahwa kamu sudah berhasil lolos sebagai calon penerima insentif kartu prakerja dan pelatihan. Nomor ini nantinya akan berfungsi juga ketika kamu daftar dan membeli voucer pelatihan serta masuk atau login ke website pelatihan yang sudah kamu pilih.</div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: large;">Saldo Pelatihan</span></b></div><div>Menu 'Saldo Pelatihan' nantinya akan terisi dengan nilai Rp. 1 juta. Saldo ini berfungsi sebagai dompet digital yang berisi uang elektronik dengan nilai Rp. 1.000.000,-. Saldo tersebut nanti kamu harus memakainya untuk membeli voucer pelatihan.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Sekedar info dan tips juga buat kamu yang akan membeli pelatihan. Carilah pelatihan yang murah dan tidak memakan waktu lama untuk mengikuti sesi pelatihannya. Hal ini disarankan dari saya, dari hasil pengalaman saya pribadi. Sangat disayangkan jika saldo kamu masih ada. Sedangkan saldo itu bisa kita manfaatkan untuk belajar. Jadi lebih baik saldo itu dihabiskan dengan membeli pelatihan-pelatihan yang sebelumnya kamu ingin mempelajarinya.</div><div><br /></div><div>Jika saldo masih tersisa, maka saldo itu akan hilang, jika kamu sudah selesai menerima insentif. Nah, alangkah lebih baiknya, setelah kamu selesai membeli pelatihan dan setelah selesai juga mengikuti sesi pelatihan, kamu beli lagi pelatihan yang lain.</div><div><br /></div><div>Selain itu, manfaat lain dari hasil pelatihan, kamu akan mendapatkan sertifikat ko. Hemat saya, beli pelatihan-pelatihan yang murah dan sedikit jam belajarnya. Kalau saja kamu mengkuti empat pelatihan, maka kamu pun akan mendapatkan empat sertifikat. Wah, keren kan.</div><div><br /></div><div><span style="font-size: large;"><b>Serifikat</b>&nbsp;&nbsp;</span></div><div>Sub menu ini akan terisi dan bisa dibuka, jika kamu sudah selesai mengikuti pelatihan dan tes, serta mengnisi ulasan. Pihak mitra lembaga pelatihan nanti akan menerbitkan sertifikat dan diserahkan ke pemerintah, setelah itu nanti akan muncul di menu Sertifikat. Kemunculan sertifikat itu juga, sebagai pertanda, bahwa kamu secepatnya akan mendapatkan insentif.</div><div><br /></div><div><b><span style="font-size: large;">Rekening</span></b></div><div>di Menu 'Rekening' ini, kamu akan melihat progres pencairan insentif secara berkala, Menu ini sangat penting juga, karena selain ada pesan notifikasi, menu ini pun akan menampilkan nomor bukti insentif kamu.</div><div><br /></div><div>Wah ternyata seru juga ya menggeluti Program Kartu Prakerja ini. Nanti pun kamu akan mengerti dengan sendirinya. Karena bahasanya gak rumit, ini sangat memudahkan kamu untuk memahaminya ko. Percaya deh. Kamu pasti paham. Ya. Pahami hatiku juga ya. biar gak gelisah... hehe.</div><div><br /></div><div>Oh iya, menu lainnya di beranda akun prakerja kamu adalah Insentif dan Profile. Kalau menu Insentif itu kesamaa dengan sub menu "Rekening". Jadi gak ada bedanya. yang beda cuma nama menunya saja. hehe.</div><div><br /></div><div>Nah terakhir ada menu "Profil", Itu tiada lain adalah data identitas kamu. Itu saja, gak lebih. Tetapi datanya cuma ada Nama, Alamat email, NIK, No. KK, Alamat, Domisili, dan jenis kelamin. Selebihnya di menu 'Profil' juga kamu bisa mengubah pasword kamu di submenu 'Akun'. Tambahan sub menu lainnya, di menu Profil tersebu, nanti akan ada sub menu 'Sertifikat'. Sudah jelas sekali itu adalah tab untuk memperlihatkan data sertifikat pelatihan yang sudah kamu ikuti nantinya.</div><div><br /></div><div>Satu lagi, di bagian bawah dashboard akun prakerja kamu, akan melihat tab logo-logo dan nama-nama Mitra Lembaga Pendidikan Kartu Prakerja. Di sana pun kamu bisa melihat lembaga-lembaga pelatihan dan menu-menu pilihan pelatihan. Tinggal klik, semuanya menjadi terlihat indah dan sempurna. Silahkan untuk menyantap menu pilihan untuk pelatihannya. Semoga berhasil, dan segera dapat intensif yang ditransfer ke rekening atau dompet digital yang sudah kamu daftarkan sebelumnya. <span style="color: #6fa8dc;"><b>(</b></span><b><span style="color: #6fa8dc;">Ihsan Subhan)</span></b></div><div><br /></div><div><br /></div><div><i>*Yang mau CoVas, jangan lupa cantumkan sumber dan nama penulisnya. Budayakan untuk menghargai tulisan orang lain. Terima Kasih.&nbsp;</i></div><div>&nbsp; &nbsp;</div><div>&nbsp;&nbsp;</div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-39914352059859488342021-02-24T19:56:00.002+07:002021-02-24T19:56:36.691+07:00Daftar Kartu Prakerja Gagal Terus? Ikuti Cara Ini Biar Lolos<div><b><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-VTyKTvExvYU/YDZMGshh_YI/AAAAAAAAB3M/QIpUFQzSOIgqVZDHkmOo_YA5qjUHgt3PACLcBGAsYHQ/s700/Kartu%2BPrakerja.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="502" data-original-width="700" src="https://1.bp.blogspot.com/-VTyKTvExvYU/YDZMGshh_YI/AAAAAAAAB3M/QIpUFQzSOIgqVZDHkmOo_YA5qjUHgt3PACLcBGAsYHQ/s16000/Kartu%2BPrakerja.jpg" /></a></div><br /><span style="color: #3d85c6;"><br /></span></b></div><b><span style="color: #3d85c6;">sudutkerlip</span></b> -- <b style="background-color: #cfe2f3;">Kartu Prakerja</b> merupakan Program Bantuan dari Pemerintah pusat melalui Kementrian Ketangakerjaan RI. Prakerja mulai dibuka pada tahun 2020 lalu, tepatnya di bulan Maret, setelah ramai tentang adanya virus yang mematikan Covid-19.<div><br /></div><div>Di tahun 2020 lalu, Program Kartu Prakerja setidaknya telah berhasil tersalurkan dengan besaran bantuan 3,5 juta-an. dengan rincian sebagai berikut:</div><div><br /></div><div>1. Rp. 1.000.000 (untuk membeli voucer pelatihan)</div><div>2. Rp. 600.000 x 4 = Rp. 2.400.000 (bantuan uang untuk empat bulan)</div><div>3. Rp. 150.000 (setelah mengisi kuisioner)</div><div><br /></div><div>Jadi total bantuan Program Kartu Prakerja adalah <b style="background-color: #cfe2f3;">Rp. 3,550.000,-</b></div><div><br /></div><div>Waw, lumayan besar juga kan.</div><div><br /></div><div>Saya yakin di antara pembaca blog ini, pasti ada yang sempat mendaftarkan diri secara online, dan berharap agar segera lolos, juga yang terpenting bantuannya bisa didapat serta bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.</div><div><br /></div><div>Harapan-harapan seperti itulah, yang sempat saya alami di tahun 2020 kemarin. Saya hanya ingin berbagi pengalaman saja. Salah satu penyebab saya bisa lolos adalah, karena saya cerdas, hehe. Dari mulai mengikuti tes pertama, sampai mengikuti tes dari pelatihan yang saya ikuti, Saya lolos terus, dengan nilai yang sangat memuaskan. Karena apa? Karena yang saya targetkan sesuai dengan kemampuan dan perencanaan yang sangat matang sekali.</div><div><br /></div><div><div>Kini Gelombang 12 Program Kartu Prakerja sudah dibuka sejak hari Selasa kemarin (23/2/2021), Pembukaan Pendaftaran akan ditutuo sampai tanggal<b style="background-color: #cfe2f3;"> 26 Februari 2021</b>. Nah, mumpung masih ada waktu, sebaiknya kamu persiapkan diri untuk mendaftar. Atau jika pada tahun lalu sempat gagal, maka kamu tinggal mengisi update data kamu, pada saat kamu login di&nbsp;<b><a href="https://dashboard.prakerja.go.id/masuk">https://dashboard.prakerja.go.id/masuk</a>.</b></div><div><b><br /></b></div><div>Isi data dengan benar, pilih minat pelatihan, dan upload kembali file KTPnya. Selesai. Setelah itu di dashbord utama akan ada tab gelombang 12 dan ada tab bertulisan "Gabung", maka kamu tinggal klik saja gabung. Selesai.</div><div><br /></div><div>Tinggal kamu menunggu konfirmasi selanjutnya melalui dashboard profil Prakerja kamu, atau bisa juga sering-sering cek email, dan SMS. Pendaftaran kamu sebenarnya sedang diverifikasi kembali oleh pihak Prakerja. Selang beberapa minggu nanti akan ada pemberitahuan kembali, kamu lolos atau gagal.&nbsp;&nbsp;</div></div><div><br /></div><div>Selain itu saya ingin berbagi kiat dan tips juga buat kamu yang tengah gundah, bagaimana agar kamu bisa lolos dari ujian yang sangat berat ini. Semacam ujian matematika yang jika langkah awalnya salah, maka hasilnya pun akan gagal atau salah.</div><div><br /></div><div>Mau tahu kiat-kiatnya? Amat sangat mudah ko, saya yakin kamu pasti bisa melewatinya. Tips dari saya, agar kamu bisa lolos di Program Kartu Prakerja adalah sebagai berikut:</div><div><br /></div><div>1. Sebelum Daftar, persiapkan Foto KTP asli, Nomor HP yang aktif, dan alamat email yang benar.</div><div>2. Daftar dan Isi Data kamu sesuai kenyataannya (jangan dilebih-lebihkan)</div><div>3. Isi Minat/Kategori Pelatihan yang Kamu Kuasai;&nbsp;</div><div><br /></div><div>Nah poin ketiga sangat penting, Jangan terlalu menganggap sepele. Jika kamu ingin lolos dengan hasil yang sangat baik dan tidak akan jenuh ketika nanti kamu ikuti pelatiha. Tentunya, kamu harus memilih minat pelatihan yang kamu inginkah, setidaknya kategori pelatihannya, sudah kamu kuasai sebagian.</div><div><br /></div><div>Misal, kalau kamu suka menggambar dan design, dan kemampuanmu memang di bidang itu. Maka, alangkah lebih baiknya, memilih pelatihan yang berhubungan dengan design visual, seperti "Pelatihan Design menggunakan Adobe Illustration untuk Pemula", maka kamu pilih itu, atau pelatihan yang sejenisnya.</div><div><br /></div><div>Jika minat kamu di bidang memasak, awas jangan sampai kamu salah pelatihan dengan memilih pelatihan "Cara membuat Website", atau sebaliknya. Intinya kamu harus memilih pelatihan yang sudah kamu kuasai sebagian.</div><div><br /></div><div>Kenapa ini penting dilakukan. Karena nanti dalam pelatihan, akan ada test yang berhubungan dengan materi pelatihan. Tidak hanya itu, bagi saya jika kita tidak memilih pelatihan sesuai minat. Maka ketika kamu mulai pelatihan. Nampaknya kamu akan mengabaikan video pelatihannya..</div><div><br /></div><div>Sekian dulu ulasan pengalaman saya terhadap program hebat dari pemerintah pusat ini. Semoga kita semua diberikan keberhasilan dan kesuksesan yang melimpah di masa Pandemi ini,</div><div><br /></div><div>Di artikel berikutnya, saya akan membahas program Kartu Prakerja lagi, dengan tajuk&nbsp;</div><div><b><span style="font-size: medium;">"Jika Kamu Lolos di Gelombang 12 Program Kartu Prakerja"</span></b></div><div><br /></div><div>Nantikan ya... (Ihsan Subhan)</div><div><br /></div><div><b>Tag</b>: #KartuPrakerja #Prakerja #ProgramPemerintah #Covid-19 #Ketanagekerjaan&nbsp;</div><div><br /></div>Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-5081694086559346983.post-21494110904061616812021-02-24T00:26:00.005+07:002021-02-24T01:04:20.151+07:00Kenangan Ngeblog di Zaman Friendster, Berkatnya Saya Jadi Juara Menulis Cerita<br /><div><table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-BjuT2m2zRao/YDVDZxEwBGI/AAAAAAAAB1A/wZYVKwT1YTUv8-Rwf34A2n8lPSBxEUSKACLcBGAsYHQ/s699/Friendster%2B2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"><img border="0" data-original-height="484" data-original-width="699" height="467" src="https://1.bp.blogspot.com/-BjuT2m2zRao/YDVDZxEwBGI/AAAAAAAAB1A/wZYVKwT1YTUv8-Rwf34A2n8lPSBxEUSKACLcBGAsYHQ/w673-h467/Friendster%2B2.jpg" width="673" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;"><span style="font-size: x-small;">Interface jejaring sosial Friendster (foto: sisidunia.com)</span></td></tr></tbody></table><br /></div><b><span style="color: #3d85c6;">sudutkerlip</span></b> - Dulu saya adalah seorang siswa SMA di tahun periode 2003-2006. Ingat jelas di kepala saya, dahulu kala ketika warung internet di kota (Cianjur) saya baru bisa dihitung dengan jari, kira-kira yang saya tahu adalah warung internet hanya berada di kantor pos, di telkom, Cianjur Mall, dan di tempat kursus komputer. Waktu itu di tempat kursus komputer pun hanya ada dua lokasi, yang satu di dekat kantor Polsek kota, dan satunya lagi di Pamoyanan.<div><br /></div><div>Saya adalah siswa yang sangat menyukai perkembangan teknologi, apalagi teknologi internet. Media Sosial yang secara aktif diakrabi adalah yahoo masanger, MIRC, dan Friendster.</div><div><br /></div><div>Ketiga media sosial yang saya sebut, masing-masing mempunyai kenangan yang berbeda. Namun di sesi Curhat kali ini, saya ingin membahas terkait Jejaring Sosial yang berlogo emoticon senyum terlebih dahulu. :)</div><div><br /></div><div>Ya. Benar. namanya Friendster.</div><div><br /></div><div>Sesuatu yang bisa membuat saya bahagia. Di sana saya menemukan banyak sekali teman di luar kota, bahkan ada juga teman dari luar negeri.</div><div><br /></div><div>Keunikan friendster pada waktu itu, sebenarnya hampir mirip dengan facebook. ada kolom untuk membuat update status dan ada ruang untuk berbalas komentarnya juga.</div><div><br /></div><div>Waktu itu yang saya tulis banyak sekali, mulai membuat quote atau kutipan-kutipan tentang cinta, tentang kehidupan, tentang keluarga, dan juga tentang persahabatan. Dari dulu saya memang sangat senang sekali dengan puisi. Namun jika diingat-ingat, mungkin puisi-puisiku dulu amat sangat standar. Tapi jika ada seseorang yang mengkomentari puisiku, tidak sedikit juga yang mengapresiasinya. hehe.</div><div><br /></div><div>Friendster. Hmmm. Di Friendster itu, saya juga sering upload foto. Foto-foto yang saya upload seingat saya, itu ada menu khusus, dia punya bar yang diberi nama 'galery'. Nah, di sana juga kita bisa membuka foto-foto teman kita yang sudah terhubung dan tidak dimode private.</div><div><br /></div><div>Oh iya. ada keunikan yang berbeda tentunya dengan Facebook. Di Friendster itu, kita bisa mengubah latar belakang atau background halaman Profile kita loh. Nah, ganti-ganti background pun bisa dibilang hoby untuk para member friendster. Termasuk saya juga. Bahkan saya sering menggantinya dengan gambar-gambar yang sudah saya buat sebelumnya, biar berbeda dari orang lain. Tentunya waktu itu saya sudah menggunakan editing photo, seperti <i>Corel</i> dan <i>Photoshop</i>. Hanya versinya tidak sekeren dengan versi zaman now.</div><div><br /></div><div><blockquote>Salah satu yang bikin seru memainkan Friendster itu adalah saling menyapa di kota pesan. Ada icon amplop di halaman profile. Nah di sana kita bisa menulis pesan atau surat, layaknya saling berkirim email pada zaman sekarang.</blockquote></div><div><br /></div><div>Ah... Friendster. Sungguh, saya kangen sekali dirimu.</div><div><br /></div><div>Sebenarnya kalau ditanya 'Apa masih ingat, teman-temanmu di friendster?' Jujur. Kalau saya sih lumaya sudah lupa sekali. Nama-nama teman dan wajah-wajahnya seperti apa, saya sungguh lupa. hehe.</div><div><br /></div><div>Tapi satu hal yang berkesan itu, dulu ada beberapa orang yang sehoby dengan saya. Sempat kita saling berkomentar soal puisi yang kami buat. Duh, lupa namanya, bahakan saya tidak ingat dia tinggal di mana.</div><div><br /></div><div>Nah, seingat saya dulu dia sempat mengajak saya untuk itu lomba menulis kisah nyata atau bisa dibilang menulis cerpen. Lomba tersebut saya ikuti, tanpa berpikir panjang, hampir setiap malam saya terus bereksplorasi untuk menulis cerita yang baik dan keren, biar bisa jadi pemenangnya.</div><div><br /></div><div>Menjelang deadline, akhirnya saya kirim cerita saya via email. Oh iya penyelenggaranya adalaj penerbit buku 'QultumMedia' di Jakarta. Saya mengikuti lomba secara online, waktu itu (mungkin) penerbit buku ini, adalah perusahaan yang pertama kali menyelenggarakan sayembara menulis secara online.</div><div><br /></div><div>Karena yang saya tahu, sangat jarang sekali, bahkan saya pun baru kali pertama mengikuti lomba semacam itu melalui internet.</div><div><br /></div><div>Akhirnya hari pengumuman pun tiba. Saya buka website penerbit tersebut. dan setelah dilihat, nama saya masuk ke dalam tiga besar. Masing-masing juara satu, dua, dan tiga akan mendapatkan uang sebesar 500 ribu, ditambah piagam penghargaan.</div><div><br /></div><div>Piagam Penghargaan yang sudah rapi terbingkai dan selembar bukti pembayaran berlogokan Western Union, telah sampai di rumah. Apa yang saya lakukan setelah itu, yaaa... langsung cabut ke kantor pos dong. hehe.</div><div><br /></div><div>Friendster... kau sekarang sudah tiada. Terima kasih banyak ya. Karena kamu, dulu saya bisa mengekspresikan hoby saya dengan teratur. Bahkan ketika saya tidak punya uang untuk pergi ke warnet, saya sering pinjam ke teman.</div><div><br /></div><div>Oh hampir lupa. Kalau Facebook itu sering kita panggil FB (dengan ejaan bahasa Inggris). Nah Friendster pun, dulu sering kita panggi dengan sebutan FS. Oh God. jadi ingat saya ada pengalaman unik chat di Yahoo Messenger. Ini ada kaitannya dengan FS. Tapi ceritanya nanti saja, di Curhat Jejaring Sosial Zaman Old versi Yahoo Messenger ya... (Ihsan Subhan)&nbsp; &nbsp;&nbsp;</div><div><br /></div><div>#Friendster #JejaringSosial #MediaSosial #SosialMedia #ZamanOld</div><div><br /></div><div>&nbsp; &nbsp;</div><br />Ihsan Subhanhttp://www.blogger.com/profile/08972290761911247595noreply@blogger.com0